Kompas.com - 01/07/2022, 20:24 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berpendapat, penarikan pasukan Rusia dari Pulau Ular di Ukraina menunjukkan strategi Presiden Vladimir Putin sia-sia.

"Pada akhirnya, akan terbukti mustahil bagi Putin untuk menahan negara yang tidak akan menerima pemerintahannya," kata Boris Johnson dalam konferensi pers pada Kamis (30/6/2022) setelah KTT NATO di Madrid, dikutip dari AFP.

Upaya menuju kesepakatan damai apa pun akan sepenuhnya tergantung pada Ukraina, tambahnya, sambil menekankan bahwa NATO dan negara-negara G7 bersatu melawan Rusia dalam KTT di Jerman.

Baca juga: Rusia Mundur dari Pulau Ular agar Ukraina Bisa Ekspor Produk Pertanian

“Kami sudah melihat apa yang bisa dilakukan Ukraina untuk mengusir Rusia,” lanjut eks wali kota London itu.

“Kami telah melihat apa yang mereka lakukan di sekitar Kyiv dan Kharkiv, sekarang di Pulau Ular. Saya pikir hal yang tepat bagi kita adalah terus berjalan di jalur yang ditetapkan NATO, tidak peduli seberapa sulitnya.”

Kiri ke kanan: Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Perancis Emmanuel Macron. Mereka berfoto bersama setelah makan malam dalam rangkaian acara KTT G7 di Elmau Castle, Jerman selatan, 26 Juni 2022.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Kiri ke kanan: Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Perancis Emmanuel Macron. Mereka berfoto bersama setelah makan malam dalam rangkaian acara KTT G7 di Elmau Castle, Jerman selatan, 26 Juni 2022.
Pada KTT G7, Boris Johnson bercanda dengan sesama pemimpin bahwa mereka bisa meniru Putin dengan berpose telanjang dada untuk menunjukkan ketangguhannya.

Putin lalu membalas komentar itu dengan berkata, melihat Boris Johnson dan para pemimpin lainnya setengah telanjang akan menjijikkan.

Baca juga:

Boris Johnson enggan memperpanjang perang kata-kata itu, dengan alasan bahwa Putin seharusnya merenungkan konsekuensi dari tindakan biadabnya, termasuk rencana Finlandia dan Swedia gabung NATO.

"Kesimpulan paling penting yang perlu diambil Vladimir Putin dari hari ini dan beberapa hari terakhir di NATO, dan sebelumnya di G7, adalah kita sepenuhnya bersatu dalam mengecam apa yang telah dia lakukan di Ukraina," ujar Boris Johnson.

Dipicu oleh tindakan Rusia, para anggota NATO kini berkomitmen untuk membelanjakan setidaknya 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka untuk pertahanan, tegasnya.

Adapun Inggris akan membelanjakan 2,5 persen dari PDB untuk pertahanan pada akhir dekade, ujar Boris Johnson, di tengah perdebatan apakah pemerintahnya memang berpegang teguh pada komitmen itu.

Baca juga: Perang Ukraina: Mengapa Rusia Ngotot Merebut Pulau Ular dan Ukraina Gigih Mempertahankannya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Gerebek dan Segel Kantor Organisasi HAM Palestina

Israel Gerebek dan Segel Kantor Organisasi HAM Palestina

Global
Jokowi Ingin Tesla Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Bukan Cuma Baterai

Jokowi Ingin Tesla Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Bukan Cuma Baterai

Global
Mahasiswi Arab Saudi Salma al-Shehab Divonis 34 Tahun Penjara karena Tweet

Mahasiswi Arab Saudi Salma al-Shehab Divonis 34 Tahun Penjara karena Tweet

Global
Beredar Video PM Finlandia Berpesta, Oposisi Bereaksi Keras

Beredar Video PM Finlandia Berpesta, Oposisi Bereaksi Keras

Global
2 Pesawat Bertabrakan di Udara California, Beberapa Kematian Dilaporkan

2 Pesawat Bertabrakan di Udara California, Beberapa Kematian Dilaporkan

Global
Jokowi Bilang ke Media Asing: Putin dan Xi Akan Hadiri KTT G20 di Bali

Jokowi Bilang ke Media Asing: Putin dan Xi Akan Hadiri KTT G20 di Bali

Global
Paus Fransiskus Hentikan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Seksual Keuskupan Kanada

Paus Fransiskus Hentikan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Seksual Keuskupan Kanada

Global
Terbaru, WHO Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Valneva

Terbaru, WHO Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Valneva

Global
Adik Kim Jong Un: Korut Tak Akan Sudi Terima Bantuan Ekonomi Korsel

Adik Kim Jong Un: Korut Tak Akan Sudi Terima Bantuan Ekonomi Korsel

Global
Cacar Monyet Kian Gawat, AS Tambah Pasokan Vaksin hingga Jutaan Dosis

Cacar Monyet Kian Gawat, AS Tambah Pasokan Vaksin hingga Jutaan Dosis

Global
Baru Bertemu Putin, Erdogan Pastikan Turkiye Berada di Pihak Ukraina

Baru Bertemu Putin, Erdogan Pastikan Turkiye Berada di Pihak Ukraina

Global
Zelensky Terkejut, Erdogan Sebut Rusia Siap Capai Perdamaian

Zelensky Terkejut, Erdogan Sebut Rusia Siap Capai Perdamaian

Global
Rangkuman Hari ke-176 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Ukraina Gempur Habis-habisan Wilayah Selatan, Teknisi PLTN Zaporizhia Kena Tembak

Rangkuman Hari ke-176 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Ukraina Gempur Habis-habisan Wilayah Selatan, Teknisi PLTN Zaporizhia Kena Tembak

Global
[POPULER GLOBAL] Inspeksi Mendesak di PLTN Zaporizhzhia | Putin Telepon Jokowi

[POPULER GLOBAL] Inspeksi Mendesak di PLTN Zaporizhzhia | Putin Telepon Jokowi

Global
Zelensky Desak PBB Pastikan Keamanan PLTN Zaporizhzhia

Zelensky Desak PBB Pastikan Keamanan PLTN Zaporizhzhia

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.