Kompas.com - 30/06/2022, 20:27 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia pada Kamis (30/6/2022) mengatakan, pihaknya telah menarik pasukannya dari Pulau Ular agar Ukraina dapat mengekspor produk pertanian.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebutnya sebagai isyarat niat baik.

"Pada 30 Juni, sebagai tanda niat baik, angkatan bersenjata Rusia menyelesaikan tugas mereka di Pulau Ular dan menarik garnisun yang ditempatkan di sana," kata Kemenhan Rusia dikutip dari AFP.

Baca juga: Rusia Gagal Bayar Utang Luar Negeri, Apa Penyebab dan Dampaknya?

Pengumuman itu muncul setelah Ukraina melancarkan beberapa serangan terhadap pasukan Rusia di pulau Laut Hitam tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, penarikan itu bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa "Rusia tidak menghalangi upaya PBB mengatur koridor kemanusiaan guna mengirimkan produk pertanian dari Ukraina".

Moskwa menambahkan bahwa bola sekarang ada di pengadilan Ukraina, seraya menuduh negara pro-Barat itu masih belum membersihkan sisa ranjau di pantai Laut Hitam.

"KABOOM! Tidak ada lagi pasukan Rusia di Pulau Ular. Angkatan Bersenjata kami melakukan pekerjaan dengan baik," kata ajudan presiden Ukraina Andryi Yermak di Twitter.

Baca juga:

Komando militer selatan Ukraina menulis di Facebook bahwa pada malam hari Rusia buru-buru mengevakuasi sisa-sisa garnisunnya dari pulau itu setelah diserang oleh unit rudal dan artileri.

Dikatakan juga bahwa pulau itu diselimuti api dan ledakan, lalu mengunggah foto buram yang tampaknya adalah pulau dengan kepulan asap mengepul.

Ukraina menuduh Rusia mencuri biji-bijiannya, mengakibatkan kekurangan pangan global karena ekspor biji-bijian diblokir di pelabuhan Ukraina.

Pulau Ular menjadi simbol perlawanan Ukraina setelah percakapan radio yang viral pada awal perang lawan Rusia. Tentara Ukraina menggunakan sumpah serapah menolak permintaan kapal perang Rusia untuk menyerah.

Baca juga: Rusia Dituduh Curi Gandum Ukraina, Turki Langsung Gelar Investigasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.