Taliban Minta Wanita Afghanistan di Sektor Kesehatan Kembali Bekerja

Kompas.com - 28/08/2021, 17:43 WIB
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada wartawan di Kabul pada Selasa (24/8/2021) bahwa Taliban sedang mengerjakan prosedur bagi pekerja pemerintah wanita untuk kembali ke pekerjaan mereka, tetapi untuk saat ini mereka harus tinggal di rumah karena alasan keamanan. AP PHOTO/RAHMAT GULJuru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada wartawan di Kabul pada Selasa (24/8/2021) bahwa Taliban sedang mengerjakan prosedur bagi pekerja pemerintah wanita untuk kembali ke pekerjaan mereka, tetapi untuk saat ini mereka harus tinggal di rumah karena alasan keamanan.

KABUL, KOMPAS.com – Taliban meminta semua wanita yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan dan tenaga medis untuk kembali bekerja.

Permintaan tersebut disampaikan juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada Jumat (27/8/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Mujahid mengatakan hal tersebut di tengah meningkatnya tekanan pada layanan publik karena banyak warga Afghanistan yang terlatih dan terdidik meninggalkan negara itu.

Baca juga: Dari Mana Taliban Dapat Uang?

Sebelumnya, muncul laporan mengenai para wanita di Afghanistan dihalangi untuk pergi bekerja dan bahkan dimutasi dari kantor mereka.

Laporan tersebut memicu kekhawatiran bahwa Taliban akan mengulangi pemerintahan mereka sebelumnya ketika perempuan tidak diizinkan untuk bekerja.

Namun, banyaknya keluhan mengenai sistem kesehatan yang rapuh akibat kekurangan staf tampaknya telah mendorong perubahan.

Baca juga: Rencana Bentukan Pemerintahan Sementara Taliban di Afghanistan, Seperti Apa Itu?

"Kementerian Kesehatan Masyarakat Emirat Islam menyarankan semua karyawan wanita di pusat dan provinsi bahwa mereka harus kembali bekerja seperti semula," kata Mujahid.

"Mereka tidak akan dihalangi untuk menjalankan tugas mereka dari Emirat Islam," sambung Mujahid.

Sejak Taliban menduduki Kabul pada 15 Agustus, kelompok tersebut telah berjuang untuk membangun kembali pelayanan dasar bagi warga Afghanistan.

Di sisi lain, banyak spesialis yang terkait dengan pemerintah yang terguling memutuskan kabur ke luar negeri atau tetap di rumah karena takut akan pembalasan.

Baca juga: Pergantian Taliban dengan Taliban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.