Kompas.com - 28/08/2021, 15:01 WIB
Foto yang dirilis dari Taliban memperlihatkan mantan presiden Afghanistan, Hamid Karzai (kiri tengah); pemimpin senior kelompok Haqqani, Anas Haqqani (kanan tengah); Kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan dan mantan negosiator pemerintah dengan Taliban, Abdullah Abdullah (kedua dari kanan); serta para delegasi Taliban lainnya, dalam pertemuan di Kabul, Rabu (18/8/2021). TALIBAN via APFoto yang dirilis dari Taliban memperlihatkan mantan presiden Afghanistan, Hamid Karzai (kiri tengah); pemimpin senior kelompok Haqqani, Anas Haqqani (kanan tengah); Kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan dan mantan negosiator pemerintah dengan Taliban, Abdullah Abdullah (kedua dari kanan); serta para delegasi Taliban lainnya, dalam pertemuan di Kabul, Rabu (18/8/2021).

KABUL, KOMPAS.com - Taliban berencana membentuk pemerintahan sementara yang inklusif di Afghanistan setelah kelompok tersebut menggulingkan pemerintah yang didukung Barat pada awal Agustus ini.

Sumber Taliban mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintahan sementara Afghanistan akan mencakup para pemimpin dari semua etnis dan latar belakang suku di negara itu.

Hampir puluhan nama sedang dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari pemerintahan baru, kata beberapa sumber yang diloansie dari Al Jazeera pada Jumat (27/8/2021).

Durasi pemerintahan sementara tersebut tidak jelas saat ini.

Baca juga: AS Akui Serahkan Daftar Orang Afghanistan yang Membantu Mereka ke Taliban

Keragaman etnis Afghanistan telah menjadi pusat politik dan konflik, dengan tidak ada satu pun kelompok etnis yang menikmati mayoritas keputusan di negara yang berpenduduk 40 juta orang.

Pashtun adalah kelompok etnis terbesar di Afghanistan, membentuk lebih dari 42 persen dari populasi. Komunitas Muslim Sunni yang didominasi berbicara bahasa Pashto dan telah mendominasi politik Afghanistan sejak abad ke-18.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sumber-sumber Taliban juga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah sementara akan memiliki "amir-ul momineen" (panglima yang beriman) untuk memimpin Imarah Islam Afghanistan.

Mereka mengatakan dewan kepemimpinan tertinggi telah dibentuk untuk memutuskan bentuk pemerintahan masa depan dan menominasikan menteri.

Kementerian-kementerian utama yang dicalonkan termasuk kehakiman, keamanan dalam negeri, pertahanan, urusan luar negeri, keuangan, informasi, dan penugasan khusus untuk urusan Kabul.

Baca juga: AS Serang Balik ISIS-K, Luncurkan Drone dari Luar Afghanistan

Pendiri Taliban Mullah Baradar berada di ibu kota Kabul, ketika Mullah Mohammad Yaqoob, putra pendiri Taliban Mullah Omar, telah melakukan perjalanan dari Kandahar untuk konsultasi awal tentang pembentukan pemerintah, kata sumber tersebut.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.