Bom Bunuh Diri di Kabul Semakin Menambah Kondisi Afghanistan dalam "Kegilaan"

Kompas.com - 28/08/2021, 13:13 WIB
Korban ledakan bom bunuh diri di Kabul pada Kamis (26/8/2021). [SS/YOUTUBE/BBC] SS/YOUTUBE/BBCKorban ledakan bom bunuh diri di Kabul pada Kamis (26/8/2021). [SS/YOUTUBE/BBC]

KABUL, KOMPAS.com - Bom bunuh diri yang terjadi di luar bandara Kabul pada Kamis (26/8/2021) menambah kondisi Afghanistan dalam "kegilaan" di bawah Taliban yang mengambilalih kekuasaan.

Sejak Taliban mengambilalih kekuasaan negara pada 15 Agustus di tengah tenggat waktu penarikan pasukan asing, banyak warga Afghanistan berusaha untuk melarikan diri karena takut kelompok militan itu kembali menerapkan aturan keras seperti pada 1996-2001 lalu.

Selama itu, kebebasan kaum perempuan dan hak asasi manusia sangat dibatasi.

Ada juga kekhawatiran bahwa ekonomi Afghanistan akan segera runtuh karena berbagai lembaga serta negara asing menahan bantuan dan dana setelah pengambilalihan Taliban.

Baca juga: Keluarga Korban Bom Bunuh Diri ISIS-K di Kabul Panik Cari Kabar Orang Dicinta

Keputusasaan untuk melarikan diri juga tumbuh ketika AS dan sekutu asing berlomba untuk menyelesaikan evakuasi sebelum batas waktu 31 Agustus, seperti yang diberlakukan oleh Presiden Joe Biden dan peringatan dari Taliban.

Zainab Hossaini dan suaminya, yang terluka dalam ledakan bom bunuh diri pada Kamis (26/8/2021), menggambarkan kondisi Afghanistan saat ini sudah semakin dalam "kegilaan".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Al Jazeera pada Jumat (27/8/2021), Hossaini bercerita telah menghabiskan berjam-jam dengan 13 anggota keluarga lainnya meringkuk di dekat dinding beton dekat saluran limbah untuk mencoba melarikan diri.

Dia dan anak-anaknya menceburkan diri ke dalam air kotor berwarna hijau kecokelatan untuk melarikan diri dari kekacuan setelah ledakan bom bunuh diri terjadi.

“Orang-orang benar-benar memanjat tubuh satu sama lain. Tidak ada yang melihat apa yang ada di sekitar mereka, mereka semua hanya mencoba melarikan diri,” katanya.

Baca juga: Balas Bom Kabul Afghanistan, Drone AS Serang ISIS-K

Diinjak-injak

Hossaini mengatakan saudara perempuannya terluka, ketika dia diinjak-injak oleh orang-orang yang melarikan diri dari tempat kejadian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.