Mike Pence Ternyata Tolak Tinggalkan Capitol saat Insiden 6 Januari, Tidak Hiraukan Ancaman Massa

Kompas.com - 18/07/2021, 14:25 WIB
Mantan wakil presiden AS Mike Pence ketika seekor lalat hinggap di kepalanya. Saat itu, Pence tengah membahas mengenai isu ketidakadilan rasial dalam debat dengan kandidat wakil presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, di Salt Lake City, Utah, pada 7 Oktober 2020. US NETWORK POOL via APMantan wakil presiden AS Mike Pence ketika seekor lalat hinggap di kepalanya. Saat itu, Pence tengah membahas mengenai isu ketidakadilan rasial dalam debat dengan kandidat wakil presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, di Salt Lake City, Utah, pada 7 Oktober 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan wakil presiden AS Mike Pence dilaporkan menolak perintah keamanan untuk meninggalkan Capitol pada 6 Januari lalu.

Ini terjadi ketika para pendukung mantan presiden AS Donald Trump, menyerbu gedung itu sebagai protes atas sertifikasi Kongres yang memenangkan Presiden AS Joe Biden.

Kejadian ini jadi satu dari banyak cerita yang ada dalam buku yang akan segera terbit "I Alone Can Fix It" terbitan Washington Post.

Baca juga: Jenderal Tinggi AS Sempat Khawatir Trump Lakukan Kudeta Pasca-Kalah Pemilu AS

Dilansir The Hill, para penulis, Carol Leonnig dan Philip Rucker, menyebut bahwa Pence menyatakan keraguannya untuk meninggalkan Capitol.

Pence khawatir itu hanya akan membuat pendukung Trump yang marah karena dirinya menolak membatalkan hasil pemilu.

Trump memang telah berulang kali mendesak Pence untuk menentang kemenangan pemilihan Biden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi Pence terus menolak, karena dia merasa tidak memiliki otoritas konstitusional untuk membuat langkah seperti itu.

Baca juga: Drama Jelang Akhir Jabatan Trump Terungkap, Termasuk Saat Trump Mencerca Wakilnya

Ketika para perusuh mulai menyerbu Capitol, Trump bahkan mencuit, "Mike Pence tidak memiliki keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk melindungi negara dan konstitusi kita."

Beberapa pendukung Trump, bahkan berbaris di Capitol dengan meneriakkan, "Hang Mike Pence".

Tim Giebels, agen khusus utama yang bertanggung jawab atas perlindungan wakil presiden, sempat meminta Pence dua kali untuk mengevakuasi gedung.

Halaman:

Sumber The Hill
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Hisashi Ouchi, Manusia yang Dipaksa Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar di Tubuhnya

Kisah Hisashi Ouchi, Manusia yang Dipaksa Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar di Tubuhnya

Internasional
Korea Utara: AS Punya Standar Ganda Soal Rudal

Korea Utara: AS Punya Standar Ganda Soal Rudal

Global
China Luncurkan 10 Pesawat Termasuk Jet Tempur ke Wilayah Udara Taiwan

China Luncurkan 10 Pesawat Termasuk Jet Tempur ke Wilayah Udara Taiwan

Global
Marah saat Ajari Anaknya, Pria Ini Rahangnya Tak Bisa Menutup

Marah saat Ajari Anaknya, Pria Ini Rahangnya Tak Bisa Menutup

Global
Meski “Kurus” Rumah Ini Terjual dengan Harga “Gemuk” Rp 17,8 miliar

Meski “Kurus” Rumah Ini Terjual dengan Harga “Gemuk” Rp 17,8 miliar

Global
Kartu Kredit Ultra-Ekslusif JP Morgan, Hanya Dimiliki Orang Super Kaya

Kartu Kredit Ultra-Ekslusif JP Morgan, Hanya Dimiliki Orang Super Kaya

Global
Mantan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika Meninggal di Umur 84 Tahun

Mantan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika Meninggal di Umur 84 Tahun

Global
Mengapa Topi Pasukan Kerajaan Inggris Harus Panjang? Ini Alasannya

Mengapa Topi Pasukan Kerajaan Inggris Harus Panjang? Ini Alasannya

Global
Pesan Burger, Wanita Ini Kaget Ada Jari Manusia di Dalamnya

Pesan Burger, Wanita Ini Kaget Ada Jari Manusia di Dalamnya

Global
Gubernur Texas: Pemerintah Biden Sangat Kacau, Penanganan Krisis Migran Sama Buruknya dengan Evakuasi Afganistan

Gubernur Texas: Pemerintah Biden Sangat Kacau, Penanganan Krisis Migran Sama Buruknya dengan Evakuasi Afganistan

Global
Wanita Ini Berpesta 6 Hari Berturut-turut, Anaknya yang Berumur 1 Tahun Mati Kelaparan

Wanita Ini Berpesta 6 Hari Berturut-turut, Anaknya yang Berumur 1 Tahun Mati Kelaparan

Global
Muammar Gaddafi: Diktator Libya dan Kejatuhannya

Muammar Gaddafi: Diktator Libya dan Kejatuhannya

Global
Misteri DB Cooper, Perampok di Pesawat yang 'Menghilang' di Udara

Misteri DB Cooper, Perampok di Pesawat yang "Menghilang" di Udara

Global
Ibu di AS Naik Bus Sekolah lalu Pukuli Siswa Perundung Anaknya

Ibu di AS Naik Bus Sekolah lalu Pukuli Siswa Perundung Anaknya

Global
Inilah Sejumlah Tempat Terlarang di Dunia, Tak Boleh Dikunjungi

Inilah Sejumlah Tempat Terlarang di Dunia, Tak Boleh Dikunjungi

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.