Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

100.000 Orang Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza di Bawah Ancaman Serangan Darat Israel

Kompas.com - 10/05/2024, 18:15 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Pejabat UNICEF pada Jumat (10/5/2024) menyebut, lebih dari 100.000 orang telah meninggalkan Rafah di bawah ancaman invasi darat besar-besaran Israel.

“Lebih dari 100.000 orang telah meninggalkan Rafah,” kata Hamish Young, Koordinator Darurat Senior UNICEF di Jalur Gaza, dalam sebuah pengarahan di Jenewa melalui tautan video dari Rafah, dikutip dari AFP.

Pada Senin (6/5/2024) lalu, pasukan Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga Palestina di Rafah.

Baca juga: Blinken: AS Menentang Pengusiran Warga Palestina dari Rafah

Itu menjadi sebuah langkah yang secara luas dipandang sebagai awal dari serangan Israel yang telah lama dikhawatirkan terhadap kota yang tempat berteduh bagi sekitar 1,5 juta pengungsi Palestina tersebut.

Sehari kemudian, pasukan Israel menguasai perbatasan Rafah, yang menghubungkan Gaza dan Mesir, sehingga menutup semua lalu lintas.

Israel menggempur Jalur Gaza sebagai pembalasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.

Militer Israel menewaskan lebih dari 34.900 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sementara sekitar 78.500 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.

Israel menggambarkan Rafah sebagai benteng terakhir Hamas setelah tujuh bulan perang, dan para pemimpinnya berulangkali mengatakan mereka perlu melakukan invasi darat untuk mengalahkan kelompok Hamas tersebut.

Kata UNRWA

Terpisah, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Jumat mengatakan sekitar 110.000 orang telah meninggalkan Rafah demi keselamatan.

Baca juga:

“Ketika serangan Pasukan Israel meningkat di Rafah, pengungsian paksa terus berlanjut,” kata UNRWA pada X.

“Tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza dan kondisi kehidupan di sana sangat buruk. Satu-satunya harapan adalah gencatan senjata segera," ungkap mereka, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-846 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korea Utara | Temuan Tentara Ukraina Terpenggal

Rangkuman Hari Ke-846 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korea Utara | Temuan Tentara Ukraina Terpenggal

Global
Senat Thailand Loloskan RUU Pernikahan Sesama Jenis

Senat Thailand Loloskan RUU Pernikahan Sesama Jenis

Global
Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

Internasional
Ekuador Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jadi Berapa?

Ekuador Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jadi Berapa?

Global
Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Global
Mencegah Perang Israel-Lebanon...

Mencegah Perang Israel-Lebanon...

Global
AS Masih Tunda Kirim Bom 907 Kg ke Israel, tapi Senjata Lainnya Bergerak Seperti Biasa

AS Masih Tunda Kirim Bom 907 Kg ke Israel, tapi Senjata Lainnya Bergerak Seperti Biasa

Global
Israel Resmi Akan Serang Lebanon

Israel Resmi Akan Serang Lebanon

Global
[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

Global
Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com