Jelang Hari Buruh, Menaker AS Dukung Driver Ojol Jadi Pegawai Tetap

Kompas.com - 01/05/2021, 10:29 WIB
Seorang driver Uber Eats melintas di Paris, Perancis, pada 22 Maret 2020, saat lockdown ketat diterapkan untuk menekan penyebaran Covid-19. AFP PHOTO/LUDOVIC MARINSeorang driver Uber Eats melintas di Paris, Perancis, pada 22 Maret 2020, saat lockdown ketat diterapkan untuk menekan penyebaran Covid-19.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) Marty Walsh jelang Hari Buruh pada Kamis (29/4/2021) mengatakan, dia mendukung pengkategorian driver di perusahaan seperti Uber, Lyft, dan DoorDash sebagai pegawai tetap.

"Dalam banyak kasus, gig worker harus diklasifikasikan sebagai pegawai," katanya dalam komentar yang dikonfirmasi kepada AFP.

"Dalam beberapa kasus, mereka diperlakukan dengan hormat dan dalam beberapa kasus, mereka tidak, dan saya pikir itu harus konsisten secara keseluruhan," katanya.

Baca juga: 5 Negara Ini Sahkan Driver Ojol Jadi Karyawan, Dapat Gaji Tetap dan Uang Pensiun

"Perusahaan-perusahaan ini menghasilkan keuntungan serta pendapatan, dan saya tidak (akan) menyesali apa pun karena itulah yang kami hadapi di Amerika... tetapi kami juga ingin memastikan bahwa kesuksesan berada di tangan pekerja."

Komentar Walsh tampak mengindikasikan keinginan pemerintahan Biden untuk memastikan pekerja gig economy mendapat perlindungan sosial yang sama dengan pegawai tetap, seperti asuransi pengangguran dan asuransi kesehatan.

Perusahaan ojek online Uber dan Lyft sangat menentang rencana itu, dengan mengatakan bakal merusak model bisnis mereka.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Eks Driver Ojol Kaya Mendadak, Raup Rp 230 Juta Hanya dengan Tidur 7 Jam

Mereka berpendapat bahwa menurut survei mereka, driver ojol lebih memilih jadi kontraktor independen karena keuntungan finansial dan jam kerja fleksibel.

Pada November 2020 Uber, Lyft, DoorDash, dan layanan pengiriman on-demand berbasis aplikasi lainnya menang gugatan di California.

Referendum yang dikenal sebagai Proposisi 22 itu secara efektif membatalkan undang-undang negara bagian yang mengharuskan mereka mengklasifikasikan ulang pekerjanya, dan memberi tunjangan pada pegawai.

Baca juga: Pertama di Uni Eropa, Spanyol Tetapkan Driver Ojol sebagai Karyawan Bergaji


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X