Pertama di Uni Eropa, Spanyol Tetapkan Driver Ojol sebagai Karyawan Bergaji

Kompas.com - 11/03/2021, 22:49 WIB
Seorang driver Uber Eats melintas di Paris, Perancis, pada 22 Maret 2020, saat lockdown ketat diterapkan untuk menekan penyebaran Covid-19. AFP PHOTO/LUDOVIC MARINSeorang driver Uber Eats melintas di Paris, Perancis, pada 22 Maret 2020, saat lockdown ketat diterapkan untuk menekan penyebaran Covid-19.

MADRID, KOMPAS.com - Pemerintah Spanyol pada Kamis (11/3/2021) mengumumkan kesepakatan, yang mengakui driver ojek online (driver ojol) seperti Deliveroo dan UberEats sebagai karyawan bergaji.

Keputusan ini menjadikan Spanyol negara pertama Uni Eropa yang melakukannya, karena sebelumnya di Inggris dan Italia baru sampai keputusan pengadilan.

Undang-undang ini ditetapkan enam bulan setelah pemerintahan sayap kiri Spanyol berjanji memperjelas status hukum kurir pengiriman online.

Baca juga: Driver Ojol di Italia Kini Berstatus Karyawan, Dapat Gaji Tetap

Ini juga merupakan UU pertama yang disahkan di Eropa, yang secara eksplisit mengatur status kurir dengan sepeda dan sepeda motor, yang jumlahnya meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Di Spanyol dan negara-negara lain, driver ojol berulang kali mengecam kondisi kerja mereka yang berbahaya.

Driver ojek online menempuh jalur hukum untuk menuntut pengakuan sebagai karyawan bergaji tetap, dan mendapat tunjangan serta cuti sakit.

"Mereka sekarang dianggap sebagai karyawam bergaji dan akan menikmati semua perlindungan yang relevan," kata Menteri Tenaga Kerja Yolanda Diaz dalam pidato televisi yang dikutip AFP.

Baca juga: Sebelum Italia, Driver Ojol Berstatus Karyawan Juga Terjadi di Inggris

Spanyol adalah negara pertama di Uni Eropa yang membuat undang-undang tentang driver ojol sebagai karyawan.

Perusahaan pengiriman berulang kali menekankan mereka hanya perantara antara bisnis dan driver, yang bekerja sendiri dan harus membayar iuran kesehatan serta dana pensiun mandiri.

Lalu sempat muncul kebingungan tentang status driver, karena beberapa putusan pengadilan memihak mereka tetapi yang lainnya mendukung perusahaan pengiriman.

Pemerintah Spanyol kemudian berjanji untuk mengakhiri polemik itu, setelah Mahkamah Agung pada September memutuskan ada hubungan kerja antara pengendara dan aplikasi pesan-antar makanan yang berbasis di Barcelona, Glovo.

Baca juga: Pilot hingga Driver Ojol Akan Jalani Vaksinasi Covid-19 Pekan Depan


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X