Kompas.com - 19/04/2021, 15:03 WIB
Paus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di The Vatican Sunday, 4 April 2021, selama pandemi Covid-19 virus corona. AP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTEPaus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di The Vatican Sunday, 4 April 2021, selama pandemi Covid-19 virus corona.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus pada Minggu (18/4/2021) menyatakan keprihatinannya atas eskalasi aktivitas militer di timur Ukraina.

Keprihatinan Sri Paus diungkapkan setelah Ukraina dan beberapa kekuatan Barat memperingatkan Rusia yang mengerahkan puluhan ribu tentara di perbatasan dengan Ukraina.

Konflik Rusia-Ukraina di perbatasan berlanjut lagi, padahal hampir berhenti setelah gencatan senjata tercapai musim panas tahun lalu.

Baca juga: Rusia-Ukraina Makin Tegang, Inggris Kirim Kapal Perangnya ke Laut Hitam

Paus Fransiskus kemudian angkat bicara setelah memanjatkan doa Angelus di Lapangan Santo Petrus.

"Saya mengikuti dengan keprihatinan mendalam peristiwa di beberapa daerah timur Ukraina, di mana dalam beberapa bulan terakhir pelanggaran gencatan senjata berlipat ganda."

"Dan saya mengamati dengan sangat kekhawatiran peningkatan aktivitas militer ini," kata Paus asal Argentina itu dikutip dari AFP.

"Saya sangat berharap peningkatan ketegangan dapat dihindari dan sebaliknya, dapat dilakukan tindakan yang mampu meningkatkan rasa paling percaya serta mendorong rekonsiliasi dan perdamaian, yang diperlukan dan diinginkan," tambahnya.

Baca juga: Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Paus juga berbicara tentang penderitaan warga sipil lokal yang terjebak konflik Rusia vs Ukraina ini.

Sebelumnya pada Jumat (16/4/2021) Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan dukungannya kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Mereka juga meminta Rusia segera menarik pasukan dari perbatasan.

Kiev memerangi separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur sejak 2014, dan konfliknya meningkat awal tahun ini.

Konflik Rusia Ukraina terbaru ini jelas melanggar gencatan senjata yang disepakati pada Juli 2020.

Baca juga: Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X