Indonesia-Jepang Lakukan Pertemuan Tingkat Menteri, Bahas Masalah China hingga Dana Pinjaman

Kompas.com - 30/03/2021, 15:38 WIB
Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu memberikan keterangan pers seusai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (10/1/2020). Pemerintah Indonesia menawarkan investasi pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) tahap kedua di Natuna, serta juga membahas kerja sama bilateral secara lebih detail, terutama di bidang ekonomi. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu memberikan keterangan pers seusai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (10/1/2020). Pemerintah Indonesia menawarkan investasi pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) tahap kedua di Natuna, serta juga membahas kerja sama bilateral secara lebih detail, terutama di bidang ekonomi.

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang dan Indonesia pada Senin (29/3/2021) mengadakan pertemuan tingkat menteri luar negeri di Jepang untuk membahas berbagai masalah, dari China hingga pemberian dana pinjaman.

Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu menyampaikan keprihatinan yang serius terhadap perkembangan politik China terkini termasuk Undang-Undang Penjaga Pantai, serta konflik Laut China Timur dan Laut China Selatan, menurut pernyataan tertulis dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi kemudian berbagi keprihatinan yang serius terhadap kelanjutan dan penguatan percobaan oleh China yang mengubah status-quo secara sepihak dengan menggunakan kekuatan.

Baca juga: Selain Disebut Chinaman, Lee Wong Juga Dipukuli Pria Kulit Putih karena Dikira Orang Jepang

Selain itu, kedua Menlu mengkonfirmasikan pentingnya negara-negara berbagi nilai-nilai yang sama, seperti Jepang dan Indonesia dalam memahami dan memprakarsai terbentuknya ketertiban internasional yang bebas dan terbuka berdasarkan supremasi hukum.

Hal itu, diharapkan dapat mempertahankan perdamaian, kestabilan, dan kemakmuran dalam masyarakat internasional, dan kedua belah pihak akan melanjutkan kerja sama secara erat.

Motegi dan Retno, selanjutnya bertukar pendapat mengenai situasi di Myanmar secara detail sambil merujuk pada perkembangan situasi, setelah diadakannya telewicara antara Menteri Luar Negeri Indonesia-Jepang pada awal bulan ini.

Motegi telah mengecam keras terhadap situasi yang telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan mencatat jumlah korban jiwa terbesar pada 27 Maret 2021 di Myanmar.

Baca juga: Jepang Targetkan Kapal Ever Given yang Sebabkan Terusan Suez Macet Segera Bebas

Ia menyambut baik upaya-upaya ASEAN untuk mengatasi situasi di Myanmar dan menyampaikan rasa hormat atas kepemimpinan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Retno menjelaskan tentang komunikasi antara negara-negara ASEAN termasuk Myanmar dan langkah-langkah yang akan diambil ke depannya.

Kedua Menlu telah sepakat untuk melanjutkan kerja sama secara erat demi memperbaiki situasi regional.

Halaman:

Sumber Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratu Elizabeth Jalankan Tugas Besar Kerajaan Pertama Sejak Kematian Pangeran Philip

Ratu Elizabeth Jalankan Tugas Besar Kerajaan Pertama Sejak Kematian Pangeran Philip

Global
Netanyahu Bela Penanganan Polisi Israel dalam Bentrokan di Yerusalem

Netanyahu Bela Penanganan Polisi Israel dalam Bentrokan di Yerusalem

Global
Silvio Berlusconi Masuk RS Lagi, Terkait Efek Samping Covid-19

Silvio Berlusconi Masuk RS Lagi, Terkait Efek Samping Covid-19

Global
Pertumbuhan Populasi China Tahun 2020 Paling Lambat sejak 1960-an

Pertumbuhan Populasi China Tahun 2020 Paling Lambat sejak 1960-an

Global
Covid-19 Nepal, Pendaki Gunung Everest Didesak Bawa Turun Tabung Oksigen Bekas

Covid-19 Nepal, Pendaki Gunung Everest Didesak Bawa Turun Tabung Oksigen Bekas

Global
Konflik Palestina-Israel: Fakta Dibalik Sengketa Berusia 100 Tahun

Konflik Palestina-Israel: Fakta Dibalik Sengketa Berusia 100 Tahun

Global
Alat Kelamin Patah saat Bercinta dengan Pacar, Harga Diri Petarung MMA Ini Terluka

Alat Kelamin Patah saat Bercinta dengan Pacar, Harga Diri Petarung MMA Ini Terluka

Global
Sebar Foto Mainan Seks dalam Tas Wanita, Satpam di China Dipecat

Sebar Foto Mainan Seks dalam Tas Wanita, Satpam di China Dipecat

Global
Wanita 58 Tahun Jatuh dari Ketinggian Lebih dari 40 Meter di Tempat Wisata Air Terjun Windin

Wanita 58 Tahun Jatuh dari Ketinggian Lebih dari 40 Meter di Tempat Wisata Air Terjun Windin

Global
Wanita Ini Tidak Sengaja Dapat 6 Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer

Wanita Ini Tidak Sengaja Dapat 6 Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer

Global
PBB Tanggapi Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

PBB Tanggapi Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

Global
Ledakan Bus di Afghanistan Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri oleh Taliban

Ledakan Bus di Afghanistan Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri oleh Taliban

Global
Youtuber India Tewas karena Covid-19, Video Terakhirnya Bahas Perawatan Rumah Sakit

Youtuber India Tewas karena Covid-19, Video Terakhirnya Bahas Perawatan Rumah Sakit

Global
Punya 16 Istri dan 151 Anak, Kisah Pria Ini Viral

Punya 16 Istri dan 151 Anak, Kisah Pria Ini Viral

Global
Ditemukan Katak Raksasa Seukuran Bayi Manusia, Ternyata Spesies Langka

Ditemukan Katak Raksasa Seukuran Bayi Manusia, Ternyata Spesies Langka

Global
komentar
Close Ads X