Kompas.com - 19/03/2021, 17:13 WIB
Foto bertanggal 26 Agustus 2006, menunjukkan reaktor nuklir air berat Iran di kota Arak, 320 kilometer selatan Teheran. AFP / ATTA KENAREFoto bertanggal 26 Agustus 2006, menunjukkan reaktor nuklir air berat Iran di kota Arak, 320 kilometer selatan Teheran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran akan tes dingin reaktor nuklir Arak yang dirancang ulang sebagai awal untuk kemudian menjalankannya secara penuh pada akhir tahun ini.

Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi pada Kamis (18/3/2021), yang dikutip media lokal mengatakan tes dingin itu akan berlangsung pada awal tahun baru Iran yang dimulai pada Minggu (21/3/2021).

"Dengan kata lain, kami memiliki kemajuan dalam bidang bahan bakar, penyimpanan, dan lain-lain," ujar Kamalvandi, seperti yang dilansir dari Reuters pada Jumat (19/3/2021). 

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Fasilitas Peluncuran Rudal Bawah Tanah Milik Iran

Iran baru-baru ini meningkatkan pelanggaran terhadap perjanjian nuklir internasional 2015 dalam upaya untuk menekan Presiden AS Joe Biden agar membatalkan perjanjian yang ditinggalkan oleh Donald Trump.

Sementara ini, kedua negara berada dalam kebuntuan tentang siapa yang harus bergerak lebih dulu untuk menyelamatkan kesepakatan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Iran Ungkap Kota Rudal sebagai Tantangan terhadap Negara Barat

Iran setuju untuk menutup reaktor di Arak, sekitar 250 kilometer dari selatan Teheran, di bawah kesepakatan nuklir internasional 2015.

Perjanjian itu mengizinkan Iran memproduksi air berat hanya dalam jumlah terbatas dan Teheran telah bekerja merancang ulang reaktornya.

Baca juga: Perkosa Seorang Wanita di Depan Suaminya, 4 Pria di Iran Dihukum Gantung

Iran mengatakan berencana membuat isotop untuk keperluan medis dan pertanian.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan dalam sebuah laporan kepada negara-negara anggota awal pekan ini bahwa Iran telah mulai memperkaya uranium di pabrik bawah tanah Natanz.

Baca juga: Hari Pertama Rapat Virtual, AS-Israel Bahas Kekhawatiran mengenai Iran

Ia menggunakan jenis kedua dari sentrifus canggih, IR-4, dalam pelanggaran lebih lanjut dari kesepakatan itu.

Tahun lalu Iran mulai memindahkan tiga kaskade, atau kelompok, model sentrifugal canggih yang berbeda, dari pabrik di atas tanah di Natanz ke Pabrik Pengayaan Bahan Bakar di bawah tanah (FEP).

Itu sudah memperkaya bawah tanah dengan sentrifugal IR-2m. Sedangkan, dalam perjanjian nuklir internasional 2015 hanya memungkinkannya memperkaya dengan mesin IR-1 generasi pertama.

Baca juga: Israel Serang 12 Kapal yang Membawa Minyak dan Senjata dari Iran ke Suriah


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X