Jerman Kecam Tindakan Keras Rezim Militer Myanmar yang Bunuh Demonstran

Kompas.com - 02/03/2021, 07:23 WIB
Seorang polisi (tengah) mengacungkan senapannya dalam bentrokan melawan massa yang ikut dalam demonstrasi menentang kudeta militer Myanmar di Naypyidaw, pada 9 Februari 2021. STR via AFPSeorang polisi (tengah) mengacungkan senapannya dalam bentrokan melawan massa yang ikut dalam demonstrasi menentang kudeta militer Myanmar di Naypyidaw, pada 9 Februari 2021.

BERLIN, KOMPAS.com - Jerman pada Senin (1/3/202) mengecam tindakan keras yang mematikan oleh junta militer melawan pengunjung rasa di Myanmar.

Jerman berseru kepada duta besar seluruh negara di Asia Tenggara untuk turut mengecam tindakan keras junta Myanmar, seperti yang dilansir dari AFP pada Senin (1/3/2021). 

Baca juga: Kudeta Myanmar: Mengapa Indonesia Diharapkan Membantu Mengatasi Krisis Politik Sahabat Lama

"Sejumlah tindakan keras mematikan melawan demonstrasi damai tidak dapat dibenarkan," seru juru bicara Konselor Angela Merkel, Steffen Seibert yang prihatin dengan tindakan keras junta militer terhadap sipil.

Junta militer dengan keras menahan massa yang turun di jalanan menuntut dihentikannya kudeta militer dan dilepaskannya pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi, yang ditahan bersama dengan para sekutunya sejak Februari.

Baca juga: Junta Tembak Mati Demonstran Myanmar meski Berdemo Secara Damai

Pada Minggu (28/2/2021), perlawanan pasukan junta secara signfikan telah meningkat terhadap para pengunjuk rasa.

Polisi dan tentara berusaha untuk menghentikan kampanye para pembangkang sipil terhadap kudeta.

Baca juga: Pertama Kalinya, Aung San Suu Kyi Muncul sejak Kudeta Myanmar

Tembakan mematikan pun dilakukan, yang setidaknya telah membunuh 18 orang warga dalam sehari pada Senin (1/3/2021).

Mengutuk kekerasan itu, Seibert mengatakan pemerintah Jerman mendesak junta militer untuk mengakhiri tindakan kerasnya dan "menahan diri sepenuhnya".

Baca juga: Suster di Myanmar Menangis dan Berlutut di Hadapan Polisi, Memohon agar Demonstran Tak Ditangkapi

Berlin juga meminta rezim militer untuk kembali ke proses demokrasi melalui dialog dan membebaskan Suu Kyi.

"Kami memanggil duta besar Myanmar hari ini untuk memperjelas posisi ini," kata juru bicara kementerian luar negeri Jerman. 

Baca juga: 18 Orang Tewas dalam Sehari di Myanmar, Begini Respons Dunia


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X