[POPULER GLOBAL] Siswi SMA Berbaju Seperti "Pakaian Dalam" | Hari Paling Berdarah di Myanmar 18 Orang Tewas Sehari

Kompas.com - 02/03/2021, 05:03 WIB
Karis (17 tahun) murid SMA mengenakan jumper turtle neck warna putih di bawah gaun hitam selutut dengan trim renda [Christopher Wilson/Facebook Via Metro.co.uk] Christopher Wilson/Facebook Via Metro.co.ukKaris (17 tahun) murid SMA mengenakan jumper turtle neck warna putih di bawah gaun hitam selutut dengan trim renda [Christopher Wilson/Facebook Via Metro.co.uk]

KOMPAS.com - Seorang siswi SMA yang menggunakan baju seperti "pakaian dalam" dipulangkan sekolah, ayahnya tak terima, menjadi berita terpopuler di kanal global hari ini. 

Berita populer global dilanjutkan tentang hari paling berdarah di Myanmar sejak kudeta dengan tewasnya 18 orang dalam sehari. 

Simak kabar berita internasional Kompas.com selengkapnya pada Senin (1/3/2021) hingga Selasa (2/3/2021) berikut ini:

1. Berbaju Seperti "Pakaian Dalam" Murid SMA Dipulangkan Sekolah, Ayahnya Tak Terima

Seorang remaja 17 tahun di Kanada dipulangkan dari sekolah gara-gara menggunakan pakaian seperti " pakaian dalam" dan membuat ayahnya marah.

Christopher Wilson, dari Kamloops, British Columbia mengatakan putrinya Karis (17 tahun) pulang dengan menangis karena seorang guru di SMA NorKam mengatakan kepadanya bahwa bajunya mengingatkan sang guru dengan "pakaian dalam".

Melansir Metro pada Sabtu (27/2/2021), remaja itu menggunakan long sleeve dengan model turtle neck berwarna putih dan di atasnya menggunakan dress hitam selutut dengan trim renda.

Baca selengkapnya di sini. 

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Siarkan Tidur 5 Jam Seorang Gadis dapat Rp 42,7 Juta | Serangan Pertama Militer AS ke Suriah

2. Hari Paling Berdarah sejak Kudeta Militer Myanmar, 18 Orang Tewas dalam Sehari

Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada Minggu (28/2/2021).

Hari itu disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer 1 Februari yang menggulingkan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.

Jika ditotal, jumlah pengunjuk rasa yang tewas sejak kudeta militer menjadi sedikitnya 21 orang. Hal itu disampaikan Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagaimana dilansir Reuters.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X