Setelah AS, Jepang Mengeluh Warganya Diminta Tes Swab di Anus oleh China

Kompas.com - 01/03/2021, 22:23 WIB
Gambar yang beredar di media sosial China memerlihatkan prosedur tes swab dengan sampel yang diambil dari anus. Baru-baru ini, AS mengeklaim diplomatnya dijadikan subyek pemeriksaan oleh China, klaim yang kemudian mendapat bantahan Beijing. Social Media via Daily MailGambar yang beredar di media sosial China memerlihatkan prosedur tes swab dengan sampel yang diambil dari anus. Baru-baru ini, AS mengeklaim diplomatnya dijadikan subyek pemeriksaan oleh China, klaim yang kemudian mendapat bantahan Beijing.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang mengeluh, China menggunakan warganya sebagai subyek tes swab melalui anus untuk mendeteksi Covid-19.

Pernyataan ini terjadi beberapa hari setelah AS mengklaim, sejumlah diplomatnya juga diminta melakukan anal swab.

Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato menggulirkan klaim itu dalam wawancaranya pada Senin waktu setempat (1/3/2021).

Baca juga: Diplomat AS Mengaku Diminta Tes Swab dari Anus oleh China

"Sejumlah warga Jepang melapor ke kedutaan kami di China, mereka menerima anal swab yang menyebabkan rasa sakit psikologis," papar Kato.

Dilansir Russian Today, Kato menerangkan bahwa Tokyo sudah meminta "Negeri Panda" untuk memberikan tes swab ke warganya.

Sejauh ini, Kato menuturkan "Negeri sakura" belum mendapat pemberitahuan dari Beijing bahwa mereka akan mengubah prosedurnya.

Kato tidak merinci berapa banyak warga Jepang yang diminta oleh pemerintah China melakukan tes swab di anus.

Metode ini diperkenalkan pada awal tahun ini, diklaim lebih efektif dibanding tes usap yang dilakukan dari hidung dan tenggorokan.

Berdasarkan gambar yang beredar di media sosial "Negeri Panda", alat pengambil sampel harus masuk ke dubur sedalam 3-5 sentimeter.

Namun, metode ini memberikan rasa tidak nyaman. Termasuk kepada AS yang diplomatnya menjadi subyek pengambilan sampel.

Media Vice memberitakan Februari lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS merasa cara itu tidak bermartabat.

Karena itu, Washington memerintahkan agar para diplomatnya menolak jika pemerintah setempat kembali melakukan pemeriksaan.

"Seingat saya, China tidak pernah memaksa personel AS untuk melakukan anal swab," ujar juru bicara Kemenlu China, Zhao Lijian, merespons tudingan itu.

Baca juga: Ada Video Warga China Berjalan Bak Penguin Setelah Dapat Swab Anus, Pemerintah Buka Suara


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X