Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Kompas.com - 27/02/2021, 08:51 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. SHUTTERSTOCKIlustrasi Vaksin Covid-19.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris berencana memberikan vaksin Covid-19 pada malam hari selama bulan Ramadhan setelah komunitas Asia di negara itu tercatat memiliki kematian tertinggi selama gelombang kedua Covid-19.

Diwartakan Daily Telegraph, pemerintah Inggris berharap dapat mengurangi menurunnya potensi serapan vaksinasi pada umat Islam selama bulan suci tersebut.

Tahun ini bulan suci Ramadhan akan dimulai pada 12 April di Inggris, waktu yang kritis dalam peluncuran vaksin di Inggris serta hanya 3 hari sebelum pemerintah berencana menyuntik vaksin untuk mereka yang berusia lebih dari 50 tahun.

Baca juga: Ratu Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Kekhawatiran bahwa serapan vaksin banyak berkurang diperburuk dengan laporan bahwa orang Asia di Inggris yang didominasi Muslim mencatat kasus kematian akibat Covid-19 tertinggi pada gelombang kedua wabah.

Kawsar Zaman, pendiri Kampanye Vaksin "Dapatkan Covid-19", mengatakan kepada Arab News bahwa dia menyambut baik pendekatan "proaktif" pemerintah dalam menjangkau dan menginokulasi komunitas Muslim Inggris.

“Saya pikir rencananya sangat bagus. Apa pun yang dapat kami lakukan untuk mendorong vaksinasi, terutama dalam komunitas di mana kami merasa sulit untuk menyadarkan orang agar mau divaksin, adalah hal yang positif," kata Zaman.

Baca juga: Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

“Khususnya selama Ramadhan, di mana 9 dari 10 orang terjaga hingga larut malam dan dini hari, apa pun yang membuat vaksinasi lebih mudah adalah kabar baik.”

Zaman juga memuji upaya pemerintah untuk menjangkau dan berkonsultasi dengan komunitas Muslim Inggris selama peluncuran vaksin.

“Yang cukup unik dari program vaksin ini adalah mereka bersikap proaktif serta berkonsultasi dengan banyak orang di banyak komunitas, termasuk komunitas Muslim, yang mana tidak selalu demikian,” katanya.

Baca juga: Studi: Vaksin Sinovac Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona Inggris dan Afrika Selatan

Zaman juga mengapresiasi Nadhim Zahawi, yang bertanggung jawab atas peluncuran vaksin Inggris.

Zaman mengatakan Zahawi telah melakukan "banyak pekerjaan yang sangat baik" dan telah "sangat terbuka dalam bertemu dengan masyarakat."

Pria itu menambahkan, "Yang hebat di sini adalah mereka mendengarkan dulu, lalu bertindak."

Baca juga: Ini Rahasia Kesuksesan Program Vaksin Massal di Inggris


Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X