Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Kompas.com - 26/02/2021, 12:01 WIB
12 orang termasuk di antaranya 10 warga negara Inggris dideportasi oleh pemerintah Singapura setelah ketahuan melanggar protokol kesehatan Covid-19 dengan berkumpul bersama di Pulau Lazarus pada 8 Agustus 2020 Facebook12 orang termasuk di antaranya 10 warga negara Inggris dideportasi oleh pemerintah Singapura setelah ketahuan melanggar protokol kesehatan Covid-19 dengan berkumpul bersama di Pulau Lazarus pada 8 Agustus 2020

SINGAPURA, KOMPAS.com – Singapura mengambil tindakan keras terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

The Straits Times melaporkan Kamis (25/1/2021), Kementerian Tenaga Kerja (MOM) Singapura mencabut izin kerja dari 4 orang warga Inggris yang terbukti melanggar prokes Covid-19.

Helen Ann Sullivan, Joshua Adam Roth, James Riby Oram Trimming, ketiganya berusia 31 tahun dan Edward John Joseph Lee-Bull (33), harus meninggalkan Singapura paling lambat 7 hari setelah izin kerja mereka dicabut.

Mereka juga dilarang seumur hidup bekerja di Singapura.

Baca juga: Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Adapun keempat orang ini adalah bagian dari kelompok 12 orang yang menggemparkan Singapura tahun lalu ketika mereka ketahuan berkumpul di Pulau Lazarus yang terletak di selatan Singapura pada 8 Agustus.

Mereka berangkat dengan menggunakan kapal feri pada pagi hari dan menghabiskan waktu sehari bercengkerama bersama sebelum pulang pada pukul 6 sore kembali ke daratan Singapura.

Foto mereka berkumpul tersebar di sosial media. Padahal ketika itu Singapura masih berada pada fase 2 menuju new normal di mana hanya maksimum 5 orang yang diizinkan berkumpul bersama.

Baca juga: Mesin Penjual Otomatis dengan Barang Dagangan Tak Lumrah Menjamur di Singapura

Selain dideportasi, keempat orang yang mengaku bersalah ini juga dedenda 3.000 dollar Singapura (Rp 32 juta).

Adapun 8 orang lainnya telah dijatuhi hukuman dengan hukuman denda yang sama. Dan 6 di antaranya yang juga warga Inggris dicabut izin kerjanya dan dilarang bekerja seumur hidup di negeri “Singa”. Sementara 2 orang lainnya adalah warga negara Singapura dan Vietnam.

Sebanyak 12 orang ini terhindar dari hukuman penjara maksimum 6 bulan untuk pelanggar prokes Covid-19 di Singapura.

Baca juga: Durian Disebut Google Buah Nasional Singapura, dari Mana Durian Berasal?


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Global
Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Global
Putin Sebut Rusia adalah Harimau yang Dikelilingi Hiena

Putin Sebut Rusia adalah Harimau yang Dikelilingi Hiena

Global
Rencana AS Jual Kapal Penjaga Pantai Bersejarah ke Indonesia Ditolak Keras

Rencana AS Jual Kapal Penjaga Pantai Bersejarah ke Indonesia Ditolak Keras

Global
Iran Gembira Ada Ledakan di Israel, Dikira Guncang Pabrik Rudal

Iran Gembira Ada Ledakan di Israel, Dikira Guncang Pabrik Rudal

Global
KRI Nanggala-402 Hilang Turut Diwartakan Media Asing

KRI Nanggala-402 Hilang Turut Diwartakan Media Asing

Global
KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

Global
53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

Global
Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Global
Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Global
Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Global
Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Global
Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Global
Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Global
komentar
Close Ads X