Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Kompas.com - 26/02/2021, 07:38 WIB
Anggota Garda Nasional berpatroli di depan National Mall pada 19 Januari 2021 di Washington DC. Keamanna diperketat jelang hari pelantikan Joe Biden, di tengah ancaman keamanan menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari. AFP PHOTO/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/STEPHANIE KEITHAnggota Garda Nasional berpatroli di depan National Mall pada 19 Januari 2021 di Washington DC. Keamanna diperketat jelang hari pelantikan Joe Biden, di tengah ancaman keamanan menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Keamanan Gedung Capitol kembali terancam setelah terdapat laporan pendukung Donald Trump mendikasikan ingin "meledakkan" gedung itu dan membunuh anggota Kongres.

Kepala Polisi Gedung Capitol Yogananda Pittman pada Kamis (25/2/2021) mengatakan kepada anggota parlemen bahwa ancaman ekstremis pro-Trump kemungkinan menargetkan serangan selama pidato Presiden Joe Biden, seperti yang dilansir dari Reuters pada Kamis (25/2/2021).

"Anggota kelompok milisi yang hadir pada 6 Januari menyatakan keinginan mereka untuk meledakkan Capitol dan membunuh sebanyak mungkin anggota yang berhubungan langsung dengan pidato kenegaraan tahunan," kata Pittman kepada anggota Komite DPR AS.

Baca juga: AS Kini Hadapi Peningkatan Ancaman Ekstremis Domestik Pasca Insiden Gedung Capitol

"Kami berpikir alangkah bijaksana, jika Polisi Capitol mempertahankan postur keamanan yang ditingkatkan dan kuat sampai kami mengatasi risiko tersebut di masa mendatang," lanjutnya.

Tanggal pidato tahunan Kenegaraan di Kongres, sementara ini belum diumumkan oleh Biden yang biasanya terjadi pada awal tahun.

Baca juga: Ketua DPR AS Berseru Musuh Ada di Dalam Kongres Ancam Keamanan Gedung Capitol dan Anggota Parlemen

Langkah-langkah keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya diberlakukan di Washington setelah serangan yang bermaksud membatalkan sertifikasi kemenangan Joe Biden, pada 6 Januari di Gedung Capitol.

Pagar berduri, pos pemeriksaan oleh Garda Nasional menghiasi jalanan sekitar kantor Kongres saat pelantikan Joe Biden-Kamala Harris yang disertifikasi sebagai pemenang pemilu AS 2020.

Baca juga: Keamanan di Gedung Capitol Siaga Tinggi Jaga Sidang Pemakzulan Trump

Sekitar 5.000 tentara diperkirakan masih ditempatkan di sekitar Gedung Capitol hingga pertengahan Maret.

Pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol dalam upaya untuk menghentikan Kongres dari sertifikasi kemenangan pemilu oleh Biden dari Demokrat, mengalahkan petahana dari Republik.

Sebelumnya, narasi keliru berulang kali digaungkan oleh Trump dan aliansinya bahwa pemilihan November telah dirusak oleh penipuan secara luas.

Baca juga: DPR AS Rencana Bentuk Komisi Tipe 9/11 untuk Selidiki Serangan Gedung Capitol

Aksi 6 Januari memang membuat sertifikasi pada hari itu batal sesuai jadwal, tapi hanya diundur beberapa jam, karena anggota parlemen terdesak untuk lari menyelamatkan diri dari massa yang agresif.

Dalam tragedi itu menelan korban jiwa 5 orang di tengah aksi kekerasan, di antaranya ada petugas Kepolisian Capitol.

Lebih dari 200 orang telah didakwa sejauh ini atas peran mereka dalam kerusuhan Gedung Capitol, termasuk beberapa yang terkait dengan kelompok pinggiran sayap kanan, seperti Oath Keepers dan Proud Boys.

Baca juga: Sidang Pemakzulan Trump Ungkap Momen Haru Keluarga Anggota Kongres dalam Kerusuhan Gedung Capitol


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Global
Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Global
Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Global
Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
komentar
Close Ads X