Ketua DPR AS Berseru "Musuh Ada di Dalam Kongres" Ancam Keamanan Gedung Capitol dan Anggota Parlemen

Kompas.com - 29/01/2021, 09:42 WIB
Ketua DPR Nancy Pelosi mengetok palu setelah pemungutan suara dilakukan untuk memakzulkan Presiden AS Donald Trump di Gedung Capitol, Rabu (13/1/2021). AP PHOTO/J SCOTT APPLEWHITEKetua DPR Nancy Pelosi mengetok palu setelah pemungutan suara dilakukan untuk memakzulkan Presiden AS Donald Trump di Gedung Capitol, Rabu (13/1/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi berseru pada Kamis (28/1/2021) bahwa anggota parlemen menghadapi ancaman kekerasan dari "musuh di dalam Kongres" dan lebih banyak uang dibutuhkan untuk melindungi mereka.

Pengakuan mengejutkan dari Pelosi datang ketika meningkatnya ketegangan internal atas keamanan Gedung Putih sejak serangan 6 Januari oleh massa pendukung Presiden AS ke-45 Donald Trump.

Di tempat terpisah Kepala Polisi Capitol mengatakan bahwa "perbaikan besar" diperlukan untuk melindungi Gedung Capitol dan gedung perkantoran yang berdekatan, termasuk pagar permanen.

Baca juga: AS Kini Hadapi Peningkatan Ancaman Ekstremis Domestik Pasca Insiden Gedung Capitol

Sejak serangan 6 Januari yang menyebabkan 5 orang tewas, menimbulkan kecemasan dan friksi partisan yang semakin kental di Kongres.

Hal itu mendorong Pelosi mengungkapkan bahwa Kongres perlu menyediakan anggaran "untuk keamanan lebih bagi anggota ketika musuh berada di dalam Dewan Perwakilan, sebuah ancaman yang mengkhawatirkan para anggota."

"Itu berarti bahwa kami memiliki anggota Kongres yang ingin membawa senjata ke dalam dan mengancam akan melakukan kekerasan terhadap anggota Kongres lainnya," ujar Pelosi menjelaskan, seperti yang dilansir dari Associated Press (AP) pada Jumat (29/1/2021).

Baca juga: 3 Pekan Pasca-Kerusuhan Kepala Kepolisian Gedung Capitol Minta Maaf dan Ungkap Kegagalan

Namun, ia tidak menyebutkan berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk peningakatan keamanan anggota Kongres.

Beberapa anggota parlemen yang memilih pemakzulan Trump pada bulan ini melaporkan mendapatkan ancaman. Langkah awal prosedur keselamatan telah diambil secara partisan.

Sementara, beberapa anggota Partai Republik dengan keras keberatan untuk melewati detektor logam yang baru dipasang sebelum memasuki ruang DPR.

Baca juga: Ayah Terlibat Kerusuhan Gedung Capitol, Anak Sendiri Ketakutan Lapor ke FBI

Pelosi telah mengusulkan mendenda anggota parlemen yang menolak menggunakan perangkat tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Al-Aqsa Palestina Diserang 2 Malam, 200 Orang Lebih Luka-luka

Masjid Al-Aqsa Palestina Diserang 2 Malam, 200 Orang Lebih Luka-luka

Global
Kedutaan Besar Italia Gelar Konser Virtual dalam Rangka Hari Uni Eropa

Kedutaan Besar Italia Gelar Konser Virtual dalam Rangka Hari Uni Eropa

Global
Polisi Israel Bentrok Lagi dengan Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, 180 Terluka

Polisi Israel Bentrok Lagi dengan Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, 180 Terluka

Global
Unik, Alat Tes Covid-19 untuk Anak-anak Ini Berbentuk Lolipop

Unik, Alat Tes Covid-19 untuk Anak-anak Ini Berbentuk Lolipop

Global
Gadis Ini Jadi Korban Ledakan Bom Afghanistan: Mungkin Mereka Tak Ingin Kami Sekolah

Gadis Ini Jadi Korban Ledakan Bom Afghanistan: Mungkin Mereka Tak Ingin Kami Sekolah

Global
Penyair Myanmar Tewas Setelah Ditangkap Junta, Organ Dalam Tubuhnya Hilang

Penyair Myanmar Tewas Setelah Ditangkap Junta, Organ Dalam Tubuhnya Hilang

Global
Tak Sadar Jilati Ubur-ubur Beracun, Pria Ini Beruntung Lolos dari Maut

Tak Sadar Jilati Ubur-ubur Beracun, Pria Ini Beruntung Lolos dari Maut

Global
Sejarah yang Terlupakan dari Tenggelamnya Kapal Titanic, 6 Penumpang Tionghoa Selamat

Sejarah yang Terlupakan dari Tenggelamnya Kapal Titanic, 6 Penumpang Tionghoa Selamat

Global
Inspirasi Energi: Mengapa Minyak Bumi Tidak Dapat Diperbarui

Inspirasi Energi: Mengapa Minyak Bumi Tidak Dapat Diperbarui

Global
UPDATE: Penusukan di Supermarket Selandia Baru Lukai 4 Orang

UPDATE: Penusukan di Supermarket Selandia Baru Lukai 4 Orang

Global
Penusukan di Supermarket Selandia Baru, Korban Luka 5 Orang, 3 Kritis

Penusukan di Supermarket Selandia Baru, Korban Luka 5 Orang, 3 Kritis

Global
100 Hari Kudeta Myanmar: Rangkuman Peristiwa dan Perkembangan Terkini

100 Hari Kudeta Myanmar: Rangkuman Peristiwa dan Perkembangan Terkini

Global
Warga Palestina Digusur dari Yerusalem, Jalur Gaza Luncurkan 3 Roket ke Israel

Warga Palestina Digusur dari Yerusalem, Jalur Gaza Luncurkan 3 Roket ke Israel

Global
Bayar untuk Wisata, Sekelompok Lansia Ini Malah Dibawa ke Pemakaman

Bayar untuk Wisata, Sekelompok Lansia Ini Malah Dibawa ke Pemakaman

Global
Roket hingga Stasiun Luar Angkasa yang Pernah Jatuh ke Bumi dari Tahun ke Tahun

Roket hingga Stasiun Luar Angkasa yang Pernah Jatuh ke Bumi dari Tahun ke Tahun

Internasional
komentar
Close Ads X