Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tasbih Antikuman Diproduksi untuk Musim Haji 2024, Bagaimana Cara Kerjanya?

Kompas.com - 10/05/2024, 12:06 WIB
Irawan Sapto Adhi

Editor

Penulis: VOA Indonesia

LONDON, KOMPAS.com - Setiap tahun, lebih dari 2 juta Muslim melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Sebuah terobosan dilakukan untuk menjamin kesehatan para jemaah, dengan peluncuran tasbih khusus yang mampu melawan kuman.

Ibadah haji memerlukan kemampuan fisik dan biaya cukup tinggi. Bagi mereka yang mampu, dianjurkan datang ke Tanah Suci setidaknya sekali seumur hidup.

Baca juga: Arab Saudi Imbau Warga Waspadai Penipuan Visa Haji Palsu

Selain kesempatan untuk berdoa dan pengampunan, ibadah haji juga bentuk kerendahan hati dan persatuan Muslim dari seluruh dunia.

Sebagai salah satu pertemuan terbesar di dunia, ibadah haji juga memiliki sejumlah tantangan serius di bidang kesehatan, khususnya bagi pemerintah Arab Saudi.

Tahun lalu, untuk pertama kalinya pasca pandemi Covid-19, kapasitas ibadah haji dimaksimalkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Tentu saja, keputusan ini dibayangi oleh kekhawatiran terkait potensi penyebaran penyakit dan upaya pencegahannya, khususnya karena ruang-ruang yang disesaki jemaah.

Sebuah terobosan dibuat untuk menekan kekhawatiran di sektor kesehatan ini.

Manasvi Gosalia, pendiri dari D&F Labs mengembangkan sebuah tasbih khusus bersama perusahaan berbasis di Inggris, Aetha Design.

Dia mengatakan, tasbih ini berfungsi membantu mereka yang sedang melakukan perjalanan spiritual di satu sisi, dan sekaligus mematuhi langkah-langkah menciptakan ibadah yang lebih sehat, baik ketika berhaji maupun umrah.

Dia juga mengatakan, kelebihan desain itu terletak pada fakta, bahwa tasbih telah menjadi bagian dari kehidupan orang sehari-hari.

Baca juga: Uang Rp 99,5 Juta Tabungan Haji Nenek Ini Rusak Dimakan Rayap

“Hal yang paling baik adalah menemukan produk yang umum dipakai, yang sudah sering dipegang seseorang. Jadi, saat ini kami tidak mencoba untuk mendorong para jemaah untuk beranjak dan menjangkau sesuatu, benda ini sudah ada di tangan mereka. Dan jika ini bisa membantu mereka memastikan kebersihan untuk kondisi lebih baik, itu baik sekali. Satu tantangan sudah diselesaikan,” kata dia.

Gosalia menjelaskan bagaimana akhirnya mereka menggunakan kayu pohon teh, yang sudah diketahui memiliki kemampuan antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

“Cara alami untuk membersihkan adalah dengan alkohol. Itu menjadi semacam standar, bukan? Jadi jika Anda memilih merk-merk pembersih tangan, itu adalah satu-satunya bahan yang digunakan. Tetapi karena aspek lingkungan, budaya dan keagamaan, kita tidak bisa menggunakan alkohol,” kata dia.

Halaman:
Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com