Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Kompas.com - 26/02/2021, 08:54 WIB
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang Covid-19, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa (16/1/2021), di Washington DC. AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang Covid-19, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa (16/1/2021), di Washington DC.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Joe Biden pada Kamis (25/2/2021) mengatakan kepada Raja Salman dari Arab Saudi bahwa ingin kerja sama bilateral mereka "sekuat dan setransparan mungkin".

Pernyataan Biden disampaikan kepada Raja Salman menjelang perilisan laporan intelijen AS yang sensitif tentang keterlibatan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 silam.

Melansir Reuters pada Jumat (26/2/2201), laporan intelijen menyebutkan bahwa putra dari raja berusia 85 tahun itu yang menyetujui pembunuhan Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul.

Baca juga: Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Sejauh ini, Arab Saudi menyangkal bahwa penguasa de facto kerajaan itu menyetujui pembunuhan.

Gedung Putih melaporakan bahwa Biden dan Salman mendiskusikan keamanan regional dan isu lainnya.

Di antara pembicaraan itu, Biden memberitahu kerajaan Saudi bahwa "dia ingin bekerja untuk membuat hubungan bilateral sekuat dan setransparan mungkin", kata Gedung Putih.

Baca juga: Dokumen Sangat Rahasia Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

"Dua pemimpin itu menegaskan sifat hubungan bersejarah tersebut," kata Gedung Putih.

Namun, dalam laporan Gedung Putih itu tidak menyebutkan soal laporan Khashoggi, yang menguji hubungan dekat kedua negara selama beberapa dekade yang beraliansi dalam menghadapi pengaruh Iran di Timur Tengah.

Biden kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa panggilan telepon mereka, yang pertama sejak dia menjabat bulan lalu, berjalan "bagus."

Baca juga: Hakim AS Minta Intelijen Ungkap Video Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kantor beruta Saudi juga mengatakan catatan positif dari pecakapan Biden dan Raja Salman.

Dikatakan, Salman memberikan selamat kepada Biden atas jabatan barunya sebagai presiden AS.

Selanjutnya, kedua pemimpin negara itu menekankan "kedalaman" hubungan bilateral dan "pentingnya memperkuat kemitraan".

Baca juga: Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Laporan media Saudi itu juga tidak menyinggung sedikitpun laporan kasus pembunuhan Khashoggi.

Sementara, disebutkan mereka meninjau kegiatan regional Iran yang "menggoyahkan" dan AS "berkomitmen membela" Arab Saudi "melawan ancaman" dan Biden menjamin yidak menyetujui Iran "memiliki senjata nuklir".

Baca juga: Biden Tidak Berencana Menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Kenapa?


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Berakhirnya Era Castro Setelah 6 Dekade, Partai Komunis Kuba Tunjuk Pemimpin Baru

Global
Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat, Selamatkan Roma dari Pandemi Abad ke-17

Global
Putin Sebut Rusia adalah Harimau yang Dikelilingi Hiena

Putin Sebut Rusia adalah Harimau yang Dikelilingi Hiena

Global
Rencana AS Jual Kapal Penjaga Pantai Bersejarah ke Indonesia Ditolak Keras

Rencana AS Jual Kapal Penjaga Pantai Bersejarah ke Indonesia Ditolak Keras

Global
Iran Gembira Ada Ledakan di Israel, Dikira Guncang Pabrik Rudal

Iran Gembira Ada Ledakan di Israel, Dikira Guncang Pabrik Rudal

Global
KRI Nanggala-402 Hilang Turut Diwartakan Media Asing

KRI Nanggala-402 Hilang Turut Diwartakan Media Asing

Global
KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

Global
53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

Global
Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Global
Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Global
Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Global
Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Global
Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Global
Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Global
komentar
Close Ads X