Hakim AS Minta Intelijen Ungkap Video Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kompas.com - 09/12/2020, 14:49 WIB
Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. via Sky NewsJamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Hakim New York melalui putusannya memerintahkan badan-badan intelijen Amerika Serikat (AS) untuk mengakui bahwa mereka memiliki rekaman-rekaman pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi tahun 2018.

Melansir AFP, Putusan pengadilan yang dikeluarkan oleh Hakim Federal Paul Engelmayer pada Selasa (08/12/20) itu mendapat pujian dari para aktivis hak asasi manusia.

Hakim juga menginstruksikan Badan Intelijen Pusat dan Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) untuk menjelaskan mengapa mereka menahan rekaman itu dan laporan CIA tentang pembunuhan yang mengerikan.

Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post, dicekik dan dimutilasi di dalam konsulat Saudi di Istanbul saat mengurus dokumen pernikahannya dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Pembunuhan 2 Oktober 2018 tersebut memicu protes internasional dan mencoreng reputasi negara kaya minyak Arab Saudi, dan putra mahkotanya yang berkuasa, Mohammed bin Salman.

Baca juga: Mohammed bin Salman, Pangeran Saudi yang Dikaitkan dengan Pembunuhan Jamal Khashoggi

CIA menyimpulkan, Putra Mahkota Saudi itu bertanggung jawab atas pembunuhan, merusak hubungan antara Amerika Serikat - tempat tinggal Khashoggi - dan Riyadh.

Presiden Donald Trump kemudian mengaku sudah melindungi Pangeran Salman dari Kongres. Dalam wawancara dengan jurnalis veteran Bob Woodward yang didokumentasikan dalam sebuah buku, Trump bahkan membual: "Saya menyelamatkan bokongnya (Pangeran Salman)."

Open Society Justice Initiative, yang didirikan oleh miliarder George Soros, mengajukan gugatan di bawah undang-undang Kebebasan Informasi mencari akses ke catatan badan intelijen terkait dengan pembunuhan tersebut.

CIA dan ODNI menolak permintaan mereka dan bahkan gagal untuk mengkonfirmasi keberadaan dokumen tersebut, dengan alasan keamanan nasional.

Putusan hakim kemarin kemudian memerintahkan pemerintah AS untuk membuat sebuah "indeks Vaughn", yang mengungkap informasi yang ditahan dan memberikan pembenaran hukum untuk informasi yang tidak diungkapkan pemerintah dalam waktu dua minggu.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X