Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 25/02/2021, 06:37 WIB
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang Covid-19, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa (16/1/2021), di Washington DC. AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang Covid-19, di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa (16/1/2021), di Washington DC.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) akan "segera" merilis laporan intelijen tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki pada Rabu (24/2/2021) mengatakan bahwa Presideen Joe Biden juga "segera" melakukan pembicaraan dengan Raja Salman dari Arab Saudi, seperti yang dilansir dari AFP pada Rabu (24/2/2021).

Presiden AS Joe Biden kemudian mengkonfirmasi bahwa dia akan segera merilis laporan intelijen yang merinci pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Baca juga: 28 Hari Jadi Presiden AS, Joe Biden Belum Ada Kontak dengan Trump

"Ya, saya akan merilis," kata Biden kepada wartawan ketika ditanya apakah dia akan membaca penilaian intelijen.

Psaki tidak memberikan konfirmasi laporan Axios bahwa panggilan Biden dengan Salman akan dilakukan pada Rabu dan bahwa laporan intelijen yang tidak rahasia akan diterbitkan pada Kamis.

Baca juga: PM Israel Netanyahu Akui Perbedaan dengan Joe Biden Soal Iran dan Palestina

Khashoggi adalah seorang Saudi yang merupakan penduduk AS dan menulis untuk The Washington Post.

Ia ditemukan dibunuh dan dimutilasi pada 2018 di dalam konsulat Saudi di Istanbul.

Baca juga: Joe Biden Dianggap Remehkan PM Israel, Ini Jawabannya...

CIA telah secara langsung menghubungkan pemimpin de facto Arab Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang biasa disebut juga dengan MBS, terlibat dalam pembunuhan itu.

Dia telah menerima tanggung jawab keseluruhan dari kasus itu, sebagai pemimpin negaranya, tetapi menyangkal hubungan pribadinya dengan korban.

Baca juga: Joe Biden Khawatir Infrastruktur AS Bakal Disalip China

Sejak mengambil alih kursi kepresidenan pada Januari, Biden telah menekankan bahwa dia akan "mengkalibrasi ulang" hubungan AS dengan Arab Saudi.

Geedung Putih menyatakan bahwa Biden berarti menjauhi ketergantungan mantan presiden Donald Trump pada Pangeran Mohammed dan berurusan langsung dengan raja, kata Gedung Putih.

Baca juga: Joe Biden Galau soal Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Global
Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
komentar
Close Ads X