Joe Biden Galau soal Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan

Kompas.com - 12/02/2021, 17:39 WIB
Beberapa prajurit AS berjalan melintasi sebuah mobil yang hancur akibat serangan bom bunuh diri Taliban di Kabul, Afganistan, Senin (13/10/2014). WAKIL KOHSAR / AFPBeberapa prajurit AS berjalan melintasi sebuah mobil yang hancur akibat serangan bom bunuh diri Taliban di Kabul, Afganistan, Senin (13/10/2014).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Joe Biden menghadapi "dilema serius" lantaran batas waktu untuk penarikan pasukan di Afghanistan semakin dekat, tapi Taliban belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri pertumpahan darah di sana.

Presiden AS ke-46 itu telah memerintahkan peninjauan kembali kesepakatan Washington dengan Taliban pada tahun lalu, yang menjanjikan penarikan seluruh pasukan per 1 Mei.

Dengan kesepakatan itu, diharapkan ada jaminan keamanan oleh kelompok militan itu dan komitmen untuk pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Baca juga: Pasca Perjanjian Damai, Serangan Taliban Masih Meningkat di Ibu Kota Afghanistan

Pembicaraan damai saat ini berjalan sangat lambat, tapi hampir tidak ada hari tanpa ledakan bom, serangan terhadap pasukan pemerintah Afghanistan atau target pembunuhan di suatu tempat di negara itu oleh milisi Taliban.

"Tingkat kejahatan tetap sangat, sangat tinggi...yang membuat kaget dan sangat mengecewakan," ujar pejabat senior Departemen Luar Negeri AS pada pekan ini dengan syarat anonim seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (12/2/2021).

"Itu tidak diragukan lagi merusak suasana untuk semua jenis penyelesaian konflik Afghanistan," imbuhnya.

Baca juga: Taliban Tuduh AS Hancurkan Rumah dan Bunuh Warga Sipil di Afghanistan

Taliban terus-menerus menyangkal bertanggungjawab atas serangkaian serangan itu, sementara saingannya, ISIS yang banyak mengklaim atas serangan itu.

Namun, Washington tetap berada pada pendapat yang sama, yaitu Taliban yang harusnya disalahkan.

"Dalam pandangan kami, Taliban yang seharusnya bertanggungjawab atas sebagian besar target pembunuhan yang terjadi," kata sumber itu dan menambahkan bahwa mereka menciptakan "sebuah ekosistem kekerasan".

"Ini jelas maksud mereka, saya pikir, untuk mengacaukan masyarakat...untuk manambah keraguan orang-orang tentang pemerintah mereka dan untuk menambah aura kemenangan (Taliban) yang tak terhindarkan," lanjutnya.

Baca juga: Militer AS Terang-terangan Salahkan Taliban atas Pembunuhan di Afghanistan

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Global yang Sewa Kantor di Tanah Milik Militer Myanmar Berniat Pindah

Perusahaan Global yang Sewa Kantor di Tanah Milik Militer Myanmar Berniat Pindah

Global
Vaksin Covid-19 Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia, Bagaimana di Negara Lain?

Vaksin Covid-19 Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia, Bagaimana di Negara Lain?

Global
Jenderal Perancis Serukan Para Tentara Mengundurkan Diri atas Surat Perang Saudara

Jenderal Perancis Serukan Para Tentara Mengundurkan Diri atas Surat Perang Saudara

Global
Punya 16 Istri dan 151 Anak, Pria Ini Mengaku Tak Pernah Bekerja dan Diberi Uang Anak-anaknya

Punya 16 Istri dan 151 Anak, Pria Ini Mengaku Tak Pernah Bekerja dan Diberi Uang Anak-anaknya

Global
Jelang Idul Fitri, Jalur Gaza Dibombardir Israel, 26 Orang Tewas

Jelang Idul Fitri, Jalur Gaza Dibombardir Israel, 26 Orang Tewas

Global
Sorak-sorai Warga Israel di Depan Kobaran Api di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Sorak-sorai Warga Israel di Depan Kobaran Api di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Global
Organisasi Kerja Sama Islam Mengutuk Keras Israel atas Kekerasan terhadap Warga Palestina

Organisasi Kerja Sama Islam Mengutuk Keras Israel atas Kekerasan terhadap Warga Palestina

Global
Tidak Diundang Pesta Ulang Tahun, Seorang Pria Kesal dan Tembak Mati 6 Orang

Tidak Diundang Pesta Ulang Tahun, Seorang Pria Kesal dan Tembak Mati 6 Orang

Global
Update Corona Global: Korban Tewas 3,3 Juta Orang, Varian Covid-19 India Menyebar ke 44 Negara

Update Corona Global: Korban Tewas 3,3 Juta Orang, Varian Covid-19 India Menyebar ke 44 Negara

Global
Makin Menyebar, Varian Covid-19 India Ada di 44 Negara

Makin Menyebar, Varian Covid-19 India Ada di 44 Negara

Global
Perayaan Idul Fitri di Seluruh Dunia dari Pakistan hingga Selandia Baru

Perayaan Idul Fitri di Seluruh Dunia dari Pakistan hingga Selandia Baru

Internasional
Tertidur di Tempat Sampah, Anak 13 Tahun Tewas Masuk Alat Peremas

Tertidur di Tempat Sampah, Anak 13 Tahun Tewas Masuk Alat Peremas

Global
Lagi, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat

Lagi, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat

Global
Peneliti Ungkap 1 Korban Letusan Gunung Vesuvius, Dipercaya Bukan Orang Biasa

Peneliti Ungkap 1 Korban Letusan Gunung Vesuvius, Dipercaya Bukan Orang Biasa

Global
7 Anak Tewas dalam Penembakan Sekolah Rusia, Tersangka Seorang Pemuda

7 Anak Tewas dalam Penembakan Sekolah Rusia, Tersangka Seorang Pemuda

Global
komentar
Close Ads X