Militer AS Terang-terangan Salahkan Taliban atas Pembunuhan di Afghanistan

Kompas.com - 05/01/2021, 13:50 WIB
Para tahanan Taliban yang baru saja dibebaskan Afghanistan, berjalan di penjara Pul-e-Charkhi, Kabul, pada Kamis (13/8/2020). NATIONAL SECURITY COUNCIL via REUTERSPara tahanan Taliban yang baru saja dibebaskan Afghanistan, berjalan di penjara Pul-e-Charkhi, Kabul, pada Kamis (13/8/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Militer AS untuk pertama kalinya terang-terangan menyalahkan Taliban atas serentetan pembunuhan sosok terkemuka di Afghanistan.

Serangan itu terjadi di tengah persiapan pertemuan antara perwakilan pemerintah dengan pemberontak di Qatar, dalam upaya mereka mengakhiri konflik panjang.

Juru bicara pasukan AS di Afghanistan, Kolonel Sonny Leggett, dalam twit menyerukan agar pemberontak mengakhiri serangan mereka.

Baca juga: JK Siap Memediasi Pemerintah Afghanistan dengan Kelompok Taliban

"Kampanye Taliban atas serangkaian pembunuhan yang menyasar pejabat pemerintah, pemimpin sipil, hingga jurnalis harus disudahi demi tercapainya perdamaian," kata Leggett.

Dia merujuk kepada wakil gubernur Kabul, lima jurnalis, dan aktivis pemilu terkemuka merupakan tewas dibunuh sejak November lalu.

Pemerintah Afghanistan selama ini menuding Taliban sebagai dalang yang paling bertanggung jawab, yang kemudian menuai bantahan.

Adapun rival mereka, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku anggota mereka bertanggung jawab atas sejumlah serangan.

Pernyataan Leggett muncul setelah pemberontak menuding militer AS menggelar serangan udara yang menghantam kelompok mereka di Kandahar, Nangarhar, dan Helmand.

Taliban menyatakan, serangan udara itu merupakan bentuk pelanggaran komitmen yang diteken pada Februari, berisi komitmen semua pasukan asing keluar pada Mei 2021.

Baca juga: Jenderal Paling Senior AS Desak Taliban Kurangi Kekerasan dan Tagih Janji Soal Afghanistan

Leggett menegaskan seperti diwartakan AFP Senin (4/1/2020), Pentagon akan melindungi tentara pemerintah dari pemberontak.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X