Biden Tidak Berencana Menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Kenapa?

Kompas.com - 14/02/2021, 22:05 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. EPA via BBC INDONESIAPutra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden tidak berencana memanggil penguasa de facto Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Biden mengatakan dia bermaksud menjadikan hak asasi manusia sebagai masalah utama dalam hubungan AS-Saudi, yang dia janjikan selama kampanye pemilu 2020.

Melansir Al Jazeera pada Sabtu (13/2/2021), Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan tidak ada panggilan yang direncanakan ke putra mahkota negara kaya minyak itu.

“Jelas ada tinjauan atas kebijakan kami yang terkait dengan Arab Saudi. Tidak ada rencana panggilan sejauh yang saya ketahui," katanya dalam pengarahan berita harian pada Jumat (12/2/2021).

Psaki sebelumnya mengesampingkan pertanyaan tentang apakah pemerintah akan menjatuhkan sanksi pada Arab Saudi. Khususnya terkait pembunuhan kolumnis Washington Post pada 2018, Jamal Khashoggi oleh agen Saudi di konsulat kerajaan di Istanbul.

Baca juga: AS Minta Arab Saudi Perbaiki Catatan HAM dan Pembebasan Aktivis

Biden awal bulan ini meluncurkan langkah pertama dalam mengambil garis yang lebih tegas dengan kerajaan itu. Pemerintahannya mengumumkan diakhirinya dukungan AS untuk operasi ofensif oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi gerakan Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman.

Awal bulan ini, Psaki juga menyebut kematian Khashoggi sebagai "kejahatan mengerikan."

Dia menegaskan kembali niat pemerintah AS untuk melakukan deklasifikasi laporan intelijen AS. Khusus tentang pembunuhan tersebut, yang menurut CIA telah disetujui dan mungkin diperintahkan oleh MBS.

Pangeran membantah memerintahkan pembunuhan itu.

Belakangan singal mulai dikirimkan Arab Saudi yang mencoba memperbaiki catatan hak asasi manusianya. Aktivis hak perempuan terkemuka Loujain al-Hathloul dibebaskan minggu ini dari penjara Saudi setelah hampir tiga tahun di balik jeruji besi.

Kelompok hak asasi manusia dan keluarganya mengatakan dia menjadi sasaran kekerasan di penjara. Antara lain dengan sengatan listrik, waterboarding, cambuk dan kekerasan seksual. Tuduhan ini dibantah oleh Arab Saudi.

Baca juga: Aktivis Pejuang Hak Wanita Mengemudi di Arab Saudi Akhirnya “Bebas”

Al-Hathloul, mendorong untuk mengakhiri larangan perempuan mengemudi di Arab Saudi. Wanita berusia 31 tahun ini dipenjara pada 2018 dan dijatuhi hukuman penjara hampir enam tahun oleh pengadilan pada Desember. Tuduhannya terkait terorisme, dalam kasus yang menuai kecaman internasional.

Ditahan selama 1.001 hari, dengan masa penahanan pra-sidang dan kurungan isolasi, dia dinyatakan bersalah atas tuduhan termasuk mendorong perubahan, mengejar agenda asing, dan menggunakan internet untuk merusak ketertiban umum.

Meski dibebaskan, al-Hathloul akan tetap di bawah kondisi ketat, termasuk larangan perjalanan lima tahun dan masa percobaan tiga tahun.

Baca juga: Aktivis yang Baru Dibabaskan Arab Saudi, Klaim Alami Pelecehan Seksual dan Penyiksaan Selama Interogasi


Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Sengketa Tanah, 8 Orang Sekeluarga Ditembak Mati di Masjid

Diduga Sengketa Tanah, 8 Orang Sekeluarga Ditembak Mati di Masjid

Global
Demi Konten, Influencer China 'Live' Minum Miras sampai Pingsan

Demi Konten, Influencer China "Live" Minum Miras sampai Pingsan

Global
Paksa Murid Cium Kakinya sambil Difoto, Guru Ini Langsung Dipecat

Paksa Murid Cium Kakinya sambil Difoto, Guru Ini Langsung Dipecat

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Fatima al-Fihri, Wanita Pendiri Universitas Tertua di Dunia

[Biografi Tokoh Dunia] Fatima al-Fihri, Wanita Pendiri Universitas Tertua di Dunia

Global
Buka Praktik Gigi Abal-abal, 4 Pekerja Indonesia di Hong Kong Ditangkap

Buka Praktik Gigi Abal-abal, 4 Pekerja Indonesia di Hong Kong Ditangkap

Global
Kekuasaan Fidel Castro dan Adiknya Berakhir, Warga Kuba di AS Gembira

Kekuasaan Fidel Castro dan Adiknya Berakhir, Warga Kuba di AS Gembira

Global
Sah, Belitong Masuk Daftar UNESCO Global Geopark

Sah, Belitong Masuk Daftar UNESCO Global Geopark

Global
Pemerintah Bayangan Myanmar Minta Diundang ke Pertemuan ASEAN di Indonesia

Pemerintah Bayangan Myanmar Minta Diundang ke Pertemuan ASEAN di Indonesia

Global
Detik-detik Kepala Pemain Kriket Ini Dihantam Bola Berkecepatan Tinggi dan Tewas

Detik-detik Kepala Pemain Kriket Ini Dihantam Bola Berkecepatan Tinggi dan Tewas

Global
Pria Ini Terima Vaksin Moderna di Dosis Pertama, dan Vaksin Pfizer di Dosis Kedua

Pria Ini Terima Vaksin Moderna di Dosis Pertama, dan Vaksin Pfizer di Dosis Kedua

Global
Rusia-Ukraina Makin Tegang, Inggris Kirim Kapal Perangnya ke Laut Hitam

Rusia-Ukraina Makin Tegang, Inggris Kirim Kapal Perangnya ke Laut Hitam

Global
Usahanya Dirampok, Pemilik Restoran Ini Malah Tawarkan Lowongan Kerja pada Si Pencuri

Usahanya Dirampok, Pemilik Restoran Ini Malah Tawarkan Lowongan Kerja pada Si Pencuri

Global
Polisi Ceko Buru 2 Pelaku Upaya Pembunuhan Mantan Agen Ganda Rusia

Polisi Ceko Buru 2 Pelaku Upaya Pembunuhan Mantan Agen Ganda Rusia

Global
Kiprah Laksamana Cheng Ho, Pimpin Armada Agung hingga Bawa Agenda Tersembunyi

Kiprah Laksamana Cheng Ho, Pimpin Armada Agung hingga Bawa Agenda Tersembunyi

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Albert Einstein Meninggal Dunia dalam Tidurnya

Hari Ini dalam Sejarah: Albert Einstein Meninggal Dunia dalam Tidurnya

Global
komentar
Close Ads X