Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raja Norwegia Harald V Akan Kurangi Beban Kerja karena Faktor Usia

Kompas.com - 22/04/2024, 21:09 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

OSLO, KOMPAS.com - Raja Norwegia Harald V yang hampir dua bulan cuti sakit akan mengurangi beban kerjanya karena faktor usia.

Berusia 87 tahun, raja tertua yang masih berkuasa di Eropa ini kondisinya sudah lemah. Ia tertular infeksi saat berlibur di Pulau Langkawi, Malaysia, pada akhir Februari 2024.

Sang raja kemudian dipulangkan dengan penerbangan medis ke Norwegia. Ia dipasangi alat pacu jantung permanen untuk menggantikan alat sementara yang diterima di Malaysia.

Baca juga: Raja Norwegia Harald V Masuk RS Saat Berlibur di Malaysia

“Yang Mulia Raja senang bisa kembali dan melanjutkan tugasnya,” kata pihak istana pada Senin (22/4/2024), dikutip dari kantor berita AFP.

Namun, dikatakan bahwa raja akan menyesuaikan jadwalnya ke depan mengingat usianya, seperti pengurangan permanen dalam jumlah dan ruang lingkup kegiatan.

Harald, yang naik takhta sejak 1991, membutuhkan tongkat untuk berjalan dan menderita serangkaian masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Raja Norwegia Harald V Sakit Saat Liburan di Malaysia, Pesawat Evakuasi Mendarat di Langkawi

Akan tetapi, dia menepis spekulasi akan mengikuti jejak sepupu jauhnya, Ratu Margrethe II, yang berusia 83 tahun di Denmark dan turun tahta.

Nantinya jika Raja Harald absen bekerja, Putra Mahkota Haakon (50) bertindak sebagai wali.

Baca juga: Sakit Saat Liburan di Malaysia, Raja Harald V Pulang ke Norwegia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Global
Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Global
Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Global
Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Global
Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Global
Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Global
[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

Global
 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com