Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Kompas.com - 26/02/2021, 09:13 WIB
Presiden AS Joe Biden saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden AS berjumpa dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Riyadh, Arab Saudi, 27 Oktober 2011. AP/ HASSAN AMMARPresiden AS Joe Biden saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden AS berjumpa dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Riyadh, Arab Saudi, 27 Oktober 2011.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membahas beberapa isu hak asasi manusia bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, menyerukan diplomasi dan menghentikan perang di Yaman, Kamis (25/2/2021).

Melalui panggilan telepon, Presiden Biden juga memuji pembebasan aktivis HAM Al Hathloul yang terkemuka, yang mengadvokasi hak perempuan Saudi untuk mengemudi di Arab Saudi pada 10 Februari.

Al Hathloul telah ditahan hampir 3 tahun, lapor Aljazeera.

Baca juga: Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Untuk pertama kalinya, Biden berbicara dengan Raja Salman ketika AS bersiap merilis laporan tentang pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi pada 2018.

Biden menekankan komitmen AS soal keamanan Arab Saudi dari ancaman Iran dan membahas upaya diplomatik baru untuk mengakhiri perang di Yaman, ungkap keterangan rilis dari Gedung Putih.

Biden dan Raja Salman membahas "kemitraan jangka panjang antara AS dan Arab Saudi" serta "komitmen AS untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayahnya saat menghadapi serangan dari kelompok-kelompok yang berpihak pada Iran", ungkap keterangan tersebut.

Baca juga: Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Sementara kantor berita Saudi Press Agency melaporkan bahwa Raja Salman dan Presiden AS menekankan kedalaman hubungan kedua negara dan memperkuat kerja sama mereka untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan dan dunia.

Pemerintahan AS di bawah Biden memiliki sikap yang lebih tegas terhadap Arab Saudi dibandingkan pemerintahan sebelumnya di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Biden mendorong agar perang saudara di Yaman dapat diakhiri dan juga berharap agar Arab Saudi mau mengaku HAM lebih besar di kerajaan.

Baca juga: Arab Saudi Sekarang Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

Sebelumnya pada 4 Februari, Presiden Biden mengumumkan bahwa akan menghentikan dukungan militer AS untuk kampanye militer yang dipimpin Saudi di Yaman yang dinilai salah karena menargetkan warga sipil dan menyebabkan krisis kemanusiaan.

Biden bahkan menunjuk diplomat AS Timothy Lenderking sebagai utusan khusus untuk konflik Yaman dan mencabut label teroris terhadap Houthi.

Biden juga telah membekukan sementara penjualan jet tempur canggih F-35 ke Uni Emirat Arab dan amunisi berpemandu presisi ke Arab Saudi menunggu peninjauan.

Melalui percakapan telepon pada Kamis dengan raja Saudi, Biden berjanji untuk "bekerja untuk membuat hubungan bilateral sekuat dan setransparan mungkin", ungkap Gedung Putih.

Baca juga: Arab Saudi Larang Penanaman Pohon Palem di Seluruh Wilayah Kerajaan, Kenapa?


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Global
Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Global
Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Global
Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
komentar
Close Ads X