Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Orang Tewas di Rafah dalam Serangan Udara Israel Semalam

Kompas.com - 07/05/2024, 09:12 WIB
Albertus Adit

Penulis

RAFAH, KOMPAs.com - Sejak Senin (6/5/2024) pagi kemarin, Israel memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi dari Kota Rafah.

Pasalnya, pasukan Israel akan kembali melancarkan serangan untuk melawan kelompok Hamas.

Bahkan serangan udara Israel tadi malam menewaskan sedikitnya lima orang di Rafah. Termasuk seorang anak-anak dan seorang wanita.

Baca juga: Israel Bersumpah Lanjutkan Serangan di Rafah, sebab Gencatan Senjata Tak Pasti

Sebelumnya, pada hari Minggu, kelompok Hamas di dekat penyeberangan Rafah menembakkan mortir ke Israel selatan dan menewaskan empat tentara Israel.

Sebagaimana diberitakan Sky News pada Selasa (7/5/2024), selebaran, teks, dan siaran radio Israel memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi dari lingkungan timur Rafah.

Israel memperingatkan bahwa serangan akan segera terjadi dan memperingatkan bahwa siapa pun yang tetap tinggal di sana akan menempatkan diri mereka sendiri dan anggota keluarga mereka dalam bahaya.

Sementara dikutip dari Reuters, serangan Israel itu mengenai sebuah rumah di Rafah.

Israel percaya bahwa sejumlah besar pejuang Hamas, bersama dengan puluhan sandera, berada di Rafah dan mengatakan bahwa kemenangan memerlukan perebutan kota utama tersebut.

Pihak Israel mengatakan pada hari Senin bahwa mereka melakukan operasi terbatas di bagian timur Rafah.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Warga Gaza Diperintahkan Mengungsi | Kucing Terjebak Masuk Kardus Paket

Sementara warga Palestina mengatakan terjadi serangan udara besar-besaran.

"Mereka telah menembak sejak tadi malam dan hari ini setelah ada perintah evakuasi, pemboman menjadi lebih intens karena mereka ingin menakut-nakuti kami untuk pergi," kata Jaber Abu Nazly, ayah dua anak berusia 40 tahun, kepada Reuters.

Diinstruksikan melalui pesan teks berbahasa Arab, panggilan telepon dan selebaran untuk pindah ke zona kemanusiaan yang diperluas sekitar 20 km jauhnya.

Beberapa keluarga Palestina mulai berjalan terhuyung-huyung di tengah hujan musim semi yang dingin.

"Yang lain bertanya-tanya apakah ada tempat yang aman di seluruh Gaza," tambahnya.

Saat keluarga-keluarga membongkar tenda dan melipat barang-barang, Abdullah Al-Najar mengatakan ini adalah keempat kalinya dia mengungsi sejak pertempuran dimulai tujuh bulan lalu.

Baca juga: Hamas Terima Usulan Gencatan Senjata di Gaza, Jeda Perang 7 Bulan

"Tuhan tahu ke mana kami akan pergi sekarang. Kami belum memutuskan," tutur dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Global
Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Global
Thailand Segera Jadi Negara Asia Tenggara Pertama Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Thailand Segera Jadi Negara Asia Tenggara Pertama Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com