Rusia dan Austria Sepakat Bahas Pengiriman dan Produksi Vaksin Sputnik V

Kompas.com - 26/02/2021, 22:16 WIB
Seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V. THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERSSeorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.

MOSKWA, KOMPAS.com – Rusia dan Austria sepakat untuk membahas pengiriman dan produksi bersama vaksin virus corona Sputnik V.

Pembahasan tersebut berlangsung saat Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Austria Sebastian Kurz berbicara melalui sambungan telepon pada Jumat (26/2/2021).

Kantor Kepresidenen Rusia Kremlin mengatakan, pembicaraan kedua pemimpin negara tersebut juga membahas mengenai cara melawan penyebaran virus corona.

Baca juga: Putin Menolak Disuntik Vaksin Covid-19 Sputnik V, Ternyata Ini Alasannya...

“Termasuk kemungkinan memasok vaksin Sputnik V dari Rusia ke Austria, serta membangun produksi bersama," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

Menurut Kremlin, panggilan telepon tersebut diprakarsai oleh Austria.

Percakapan tersebut terjadi ketika Uni Eropa menghadapi kritik atas peluncuran vaksinasi massal yang lamban setelah diganggu oleh masalah pasokan.

Baca juga: Rusia Ingin Perusahaan Farmasi Jerman Juga Produksi Vaksin Sputnik V

Beberapa negara anggota Uni Eropa, termasuk Jerman dan Spanyol, mengatakan bahwa mereka tertarik dengan vaksin Covid-19 dari Rusia jika mendapat persetujuan dari badan pengawas.

Sementara itu, Hongaria telah mendaftarkan penggunaan vaksin Sputnik V.

Namun, Uni Eropa waspada jika vaksin Sputnik V dari Rusia akan digunakan Moskwa sebagai alat soft power.

Baca juga: Dua Narapidana di Rusia Nyanyikan Lagu Rap tentang Kampanye Vaksinasi Covid-19 Sputnik V

Rusia menyetujui Sputnik V pada Agustus 2020 menjelang uji klinis skala besar, yang memicu kekhawatiran global atas prosedur yang dilakukan Moskwa.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X