Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resto Ini Picu Kontroversi karena Sajikan Menu Berpenampilan Alien

Kompas.com - 09/05/2024, 16:44 WIB
Albertus Adit

Penulis

SINGAPURA, KOMPAS.com - Sajian makanan ini dianggap aneh dan menuai kritik dari warganet. Sebab, sebuah restoran makanan Jepang di Singapura ini menyajikan hidangan karung telur gurita mentah.

Dikenal sebagai tako tamago, hidangan dari restoran Singapura Koji menarik perhatian pengguna media sosial ini jadi salah satu makanan paling aneh.

Sebab, menu ini pada dasarnya adalah karung putih besar dengan selaput yang sangat fleksibel yang menyembunyikan ratusan telur gurita berbentuk lonjong yang berenang dalam cairan kental.

Baca juga: Wanita Brasil Diduga Bawa Orang Meninggal ke Bank untuk Ambil Pinjaman

Dikutip dari Odditycentral pada Rabu (8/5/2024), karung atau bungkusnya disajikan mentah dan dicairkan dengan obor untuk melepaskan telur di dalamnya ke piring.

Telurnya biasanya disajikan dengan kecap dan memiliki rasa yang mirip dengan telur salmon.

Koji mengeklaim bahwa foto makanan musiman mereka, yang hanya tersedia hingga pertengahan bulan Mei, membuatnya semakin populer di kalangan pengunjung Singapura yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.

Perwakilan PR restoran mengatakan kepada majalah 8 Days bahwa mereka yang mencoba tako tamago terkejut dengan rasanya.

Para pengunjung yang mencoba menu ini mengatakan rasanya seperti kuning telur yang kental. Tetapi, hidangan tersebut kaya akan protein, omega 3 dan vitamin B12, yang bisa berkontribusi pada diet seimbang dan bergizi.

Akan tetapi, tanggapan terhadap penawaran terbaru Koji tidak semuanya positif. Ada yang mengatakan bahwa tampilannya seperti alien.

Beberapa pengguna media sosial lain menyatakan bahwa menyajikan telur gurita mentah adalah salah dan tidak semuanya harus dimakan.

Baca juga: 5 Teknologi Tertua di Dunia yang Masih Digunakan

Meski demikian, telur gurita mentah merupakan makanan lezat yang umum di Jepang, khususnya di daerah seperti Hokkaido, yang tersedia sepanjang tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Global
Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Global
1,5 Juta Lebih Jemaah Shalat di Arafah pada Puncak Haji Hari Ini

1,5 Juta Lebih Jemaah Shalat di Arafah pada Puncak Haji Hari Ini

Global
Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Global
Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Internasional
 Cyril Ramaphosa Terpilih Kembali Sebagai Presiden Afrika Selatan

Cyril Ramaphosa Terpilih Kembali Sebagai Presiden Afrika Selatan

Global
 Kondisi Kate Middleton yang Tak Henti Berjuang Sembuh dari Kanker

Kondisi Kate Middleton yang Tak Henti Berjuang Sembuh dari Kanker

Global
Kelompok Israel Bakar Truk Bantuan Gaza, AS Berani Beri Sanksi

Kelompok Israel Bakar Truk Bantuan Gaza, AS Berani Beri Sanksi

Global
Bertemu di Resor Mewah Italia, Negara-negara G7 Serukan Keprihatinan untuk Gaza

Bertemu di Resor Mewah Italia, Negara-negara G7 Serukan Keprihatinan untuk Gaza

Global
[POPULER GLOBAL] Bryan Sukidi Siswa Indonesia Peraih Penghargaan AS | Tank Israel Terus Tembus Rafah

[POPULER GLOBAL] Bryan Sukidi Siswa Indonesia Peraih Penghargaan AS | Tank Israel Terus Tembus Rafah

Global
Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Internasional
Perang di Sudan, 226 Tewas dan Lukai 1.418 Orang

Perang di Sudan, 226 Tewas dan Lukai 1.418 Orang

Global
Kelompok Israel Serang Bantuan Gaza, AS Bakal Jatuhkan Sanksi

Kelompok Israel Serang Bantuan Gaza, AS Bakal Jatuhkan Sanksi

Global
200 Anak Palestina Berisiko Meninggal karena Kekurangan Gizi

200 Anak Palestina Berisiko Meninggal karena Kekurangan Gizi

Global
Rusia Bersedia Gencatan Senjata dengan Ukraina, Putin: Ini Syaratnya

Rusia Bersedia Gencatan Senjata dengan Ukraina, Putin: Ini Syaratnya

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com