Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Putin Minta Rusia Modernisasi Senjata agar Selangkah Lebih Maju

Kompas.com - 09/05/2024, 20:35 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (9/5/2024) meminta negaranya memordenisasi persenjataan agar selangkah lebih maju.

Putin juga berkata, akan menggandeng pihak asing mana pun untuk memproduksinya meski ada sanksi.

Komentar Putin dilontarkan saat bertemu para komandan militer setelah pelatikannya pada Selasa (7/5/2024).

Baca juga: Mungkinkah Uni Eropa Memutus Hubungan dengan Presiden Putin?

Akan tetapi, rekamannya baru dirilis Kremlin dua hari kemudian saat Rusia memeringati 79 tahun kemenangannya atas Nazi Jerman di Perang Dunia II.

Putin berujar, para insinyur bekerja siang-malam untuk meningkatkan teknologi militer Rusia.

“Teknologi militer modern berubah sangat cepat. Jika kita ingin sukses, kita harus selalu selangkah lebih maju,” ujarnya, dikutip dari kantor berita AFP.

“Musuh kita mempunyai sarana yang cukup modern karena seluruh komunitas Barat bekerja untuk musuh kita,” lanjutnya.

“Kami tahu betapa sulitnya bagi anak-anak kita yang mendapati drone musuh terbang di atas kepala mereka seperti lalat.”

Putin juga berkata, Rusia sedang mencari beberapa komponen di luar negeri.

Baca juga:

“Kami akan mengambilnya, mengapa menyembunyikannya, apa yang bisa kami temukan di pasar internasional. Meskipun ada kesulitan, kami bisa menemukan banyak hal... Mereka bisa bermanfaat ganda, tiga kali lipat, dan untuk keperluan sipil,” imbuhnya.

Amerika Serikat menuduh China membantu Rusia melakukan militerisasi terbesarnya sejak masa Soviet.

Menurut para pejabat AS, China menyediakan peralatan berfungi ganda sehingga Rusia dapat menghimpun kembali kekuatannya berhubung Ukraina terhalang oleh terhambatnya bantuan dari Amerika.

Pada April 2024, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengeklaim bahwa peralatan-peralatan itu termasuk mesin, semikonduktor, dan barang-barang penggunaan ganda lainnya yang membantu Rusia membangun kembali basis industri pertahanan setelah banyak dirusak oleh sanksi dan kontrol ekspor.

Akan tetapi, China menolak klaim AS dan menyebutnya tuduhan tidak berdasar.

Baca juga: Intel AS Sebut Putin Tidak Perintahkan Pembunuhan Navalny

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Khotbah Arafah Diterjemahkan ke 20 Bahasa dan Didengar 1 Miliar Orang, Apa Isinya?

Khotbah Arafah Diterjemahkan ke 20 Bahasa dan Didengar 1 Miliar Orang, Apa Isinya?

Global
Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Bermalam di Muzdalifah, Arab Saudi Pastikan Kelancaran

Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Bermalam di Muzdalifah, Arab Saudi Pastikan Kelancaran

Global
Israel Akui 8 Lagi Tentaranya Tewas di Gaza

Israel Akui 8 Lagi Tentaranya Tewas di Gaza

Global
Warga Gaza Sambut Idul Adha 2024 dengan Rasa Lapar dan Penderitaan...

Warga Gaza Sambut Idul Adha 2024 dengan Rasa Lapar dan Penderitaan...

Global
[UNIK GLOBAL] Heboh Mantan Karyawan Hapus Server Perusahaan | Hewan Misterius Muncul Saat Pelantikan Pejabat India

[UNIK GLOBAL] Heboh Mantan Karyawan Hapus Server Perusahaan | Hewan Misterius Muncul Saat Pelantikan Pejabat India

Global
Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Global
1,5 Juta Jemaah Haji Menuju Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

1,5 Juta Jemaah Haji Menuju Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

Global
Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Global
Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Global
Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Global
Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Internasional
Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Global
Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Global
Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Global
Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com