Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serangan Etnis di Pakistan, 6 Orang Tewas

Kompas.com - 09/05/2024, 15:21 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Enam pekerja migran ditembak mati di Pakistan barat daya di wilayah yang terdapat militan. Para militan telah lama melakukan kekerasan etnis terhadap orang luar.

Orang-orang tersebut dibunuh pada Rabu (8/5/2024) malam di rumah mereka, 25 kilometer dari Gwadar di Provinsi Balochistan.

Polisi mengatakan, para pria tersebut yang bermigrasi ke wilayah Pakistan dan bekerja sebagai tukang cukur, dimungkinkan menjadi sasaran karena mereka adalah orang Punjabi, kelompok etnis terpadat dan berpengaruh di Pakistan.

Baca juga: India Disebut Perintahkan Pembunuhan Rahasia di Pakistan

"Kami sedang menyelidiki masalah ini, namun mereka diserang karena mereka warga Punjab," kata Muhammad Mohsin, seorang pejabat senior polisi di Gwadar, seraya menambahkan bahwa enam orang tewas dan satu orang terluka.

Pejabat polisi kedua Zohaib Ahmad mengonfirmasi jumlah korban tewas dan mengatakan mereka ditembak mati di dalam rumah mereka.

Meski memiliki sumber daya alam yang melimpah, Balochistan adalah provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan.

Dikutip dari AFP, para militan di masa lalu menargetkan etnis Punjab dan Sindhi, serta pihak asing yang mereka yakini mengeksploitasi wilayah miskin tersebut tanpa membagikan kekayaannya.

Warga Punjab khususnya dianggap mendominasi jajaran militer yang terlibat dalam pertempuran untuk menghancurkan faksi bersenjata Balochistan.

Bulan lalu, 11 buruh Punjabi tewas di wilayah tersebut ketika enam pria bersenjata menghentikan sebuah bus di dekat kota Naushki di Provinsi Balochistan.

China adalah sekutu regional terdekat Pakistan, yang sering menawarkan bantuan keuangan untuk mendukung tetangganya yang sering mengalami kesulitan dan mengucurkan lebih dari $2 triliun untuk proyek infrastruktur.

Baca juga: Serangan Udara Pakistan Tewaskan 8 Orang, Afghanistan Balas dengan Senjata Berat

Namun, keamanan pekerja China merupakan kekhawatiran Utama dari kedua negara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com