Demo Hong Kong Diajukan Raih Nobel Perdamaian

Kompas.com - 04/02/2021, 16:40 WIB
Ratusan ribu massa memberikan jalan bagi ambulans selama aksi damai yang terjadi Causeway Bay, Hong Kong, pada 8 Desember 2019. Aksi tersebut dilakukan jelang enam bulan demonstrasi yang melanda kota itu. REUTERS/LAUREL CHORRatusan ribu massa memberikan jalan bagi ambulans selama aksi damai yang terjadi Causeway Bay, Hong Kong, pada 8 Desember 2019. Aksi tersebut dilakukan jelang enam bulan demonstrasi yang melanda kota itu.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para anggota parlemen Amerika Serikat (AS) menominasikan demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong untuk meraih Nobel Perdamaian.

Mereka menyebut para demonstran sebagai inspirasi dunia karena melawan tindakan keras China.

Pengajuan dilakukan dalam sepucuk surat kepada Komite Nobel yang diserahkan saat batas waktu 1 Februari dan dirilis pada Rabu (3/2/2021).

Baca juga: China Marah karena Warga Hong Kong Bisa Ajukan Diri Jadi Warga Negara Inggris

Sembilan anggota parlemen dari semua partai memperkirakan ada lebih dari 2 juta orang yang turun ke jalan, dalam demo Hong Kong pada 16 Juni 2019.

Hong Kong sendiri berpopulasi 7,5 juta orang. Surat tersebut mengatakan, demo itu adalah salah satu protes massal terbesar dalam sejarah.

Pengajuan demo Hong Kong sebagai nominasi peraih Nobel Perdamaian dipimpin oleh Senator Republik Marco Rubio, dan anggota DPR dari Partai Demokrat Jim McGovern.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: China Tidak Akan Akui Paspor Warga Hong Kong yang Dikeluarkan Inggris Mulai 31 Januari

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Ukraina Ngotot Ingin Bertemu Biden, Bahas Keanggotaan NATO

Presiden Ukraina Ngotot Ingin Bertemu Biden, Bahas Keanggotaan NATO

Global
Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa atas Aksi Terorisme

Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa atas Aksi Terorisme

Global
Kuburan Massal Berisi 123 Korban ISIS Terungkap 2 Tahun setelah Kekalahan Kelompok Itu

Kuburan Massal Berisi 123 Korban ISIS Terungkap 2 Tahun setelah Kekalahan Kelompok Itu

Global
Hindari Lockdown, Pegawai Microsoft Sempat Harus Tidur di Pusat Data

Hindari Lockdown, Pegawai Microsoft Sempat Harus Tidur di Pusat Data

Global
Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Global
Kaum Muda China Muak Mengejar Sukses dan Memilih Rebahan akibat Persaingan Ketat sejak Lahir

Kaum Muda China Muak Mengejar Sukses dan Memilih Rebahan akibat Persaingan Ketat sejak Lahir

Global
4 Petugas Vaksin Polio di Afghanistan Ditembak Mati, Diduga Dilakukan Taliban

4 Petugas Vaksin Polio di Afghanistan Ditembak Mati, Diduga Dilakukan Taliban

Global
Era Wisata Luar Angkasa Dimulai, Segini Harga Tiket dan Isi Paketnya

Era Wisata Luar Angkasa Dimulai, Segini Harga Tiket dan Isi Paketnya

Global
Tampil Beda, Mantan Pengantin ISIS Shamima Begum Memohon Ingin Pulang

Tampil Beda, Mantan Pengantin ISIS Shamima Begum Memohon Ingin Pulang

Global
Israel Bersiap Gelar Pawai Bendera di Yerusalem, Peringatan Ancaman Keamanan Baru

Israel Bersiap Gelar Pawai Bendera di Yerusalem, Peringatan Ancaman Keamanan Baru

Global
Sekjen NATO: Kita Harus Lawan Rezim Otoriter China dan Rusia

Sekjen NATO: Kita Harus Lawan Rezim Otoriter China dan Rusia

Global
Dokter China: Gejala Varian Delta Berbeda dan Lebih Berbahaya

Dokter China: Gejala Varian Delta Berbeda dan Lebih Berbahaya

Global
Bayi Ini Diberi Nama Hypertext Mark-up Language, Disingkat HTML

Bayi Ini Diberi Nama Hypertext Mark-up Language, Disingkat HTML

Global
Pakar: Pemerintahan Baru Israel adalah Kesempatan Biden Atur Ulang Kesepakatan di Timur Tengah

Pakar: Pemerintahan Baru Israel adalah Kesempatan Biden Atur Ulang Kesepakatan di Timur Tengah

Global
Wanita Kelelawar China Kembali Buka Suara, Mengaku Tidak Takut Penyelidikan Apa Pun

Wanita Kelelawar China Kembali Buka Suara, Mengaku Tidak Takut Penyelidikan Apa Pun

Global
komentar
Close Ads X