Lampaui Gaji Presiden AS, Pakar Covid-19 Ini Digaji Rp 489 Juta Per Bulan

Kompas.com - 27/01/2021, 15:00 WIB
Dr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020). AP PHOTO/SUSAN WALSHDr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Pakar penyakit menular Amerika Serikat ( AS) Anthony Fauci menjadi pegawai pemerintah federal dengan bayaran tertinggi di AS.

Menurut Undang-Undang Kebebasan Informasi yang disediakan oleh OpenTheBooks.com, pada 2019 Fauci mendapat gaji 417.608 dollar AS atau setara Rp 5,8 miliar.

Jika dirata-rata, Fauci memperoleh gaji Rp 489 juta setiap bulannya. Fauci merupakan kepala Institut Kesehatan Nasional.

Dua tahun sebelumnya, Fauci digaji sebesar 384.625 dollar AS atau sekitar Rp 5,4 miliar per tahun.

Baca juga: Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Bahkan, gaji yang diterima Fauci lebih besar daripada gaji yang diperoleh Presiden AS Joe Biden sebagaimana dilansir dari Fox Business, Senin (25/1/2021).

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Biden diketahui akan menerima gaji sebesar 400.000 dollar AS atau sekitar Rp 5,6 miliar setiap tahunnya sebagai presiden AS.

Jika dirata-rata, Biden memperoleh gaji sebesar Rp 466 juta per bulannya.

Forbes melaporkan bahwa sejak 2010 hingga 2019, jika ditotal Fauci telah memperoleh 3,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 50 miliar.

Baca juga: Dr Fauci: Sinterklas Sudah Divaksin Virus Corona, Jangan Khawatir Anak-anak

Fauci dikagumi banyak rakyat AS karena dianggap menghadirkan ketenangan selama pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump yang penuh gejolak.

Kendati demikian, Fauci juga mendapat kritik sebagai orang yang tidak konsisten dengan pesannya di awal pandemi dan melihatnya sebagai birokrat karir yang menikmati ketenarannya.

Pada Senin (25/1/2021), Fauci menyebut keputusan Biden untuk memberlakukan kembali pembatasan perjalanan adalah keputusan yang bijaksana.

Selain itu, Fauci juga memuji keputusan Biden untuk melarang kedatangan penumpang pesawat yang bukan merupakan warga negara AS yang datang dari Afrika Selatan.

Baca juga: Nama Fauci, Kamala Harris, dan BTS Sering Salah Ucap, Ternyata Begini yang Benar...

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X