Jutawan Kanada Menipu Jadi Karyawan Motel di Daerah Terpencil, demi Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Duluan

Kompas.com - 27/01/2021, 13:23 WIB
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19. DPA/ILIYA PITALEV via DW INDONESIAIlustrasi penyuntikan vaksin Covid-19.


OTTAWA, KOMPAS.com - Sepasang suami istri kaya Kanada didenda setelah tebang dengan pesawat pribadi demi mengakses vaksin, yang seharusnya diberikan untuk masyarakat rentan di daerah terpencil utara Kanada.

Melansir Business Insider pada Selasa (26/1/2021), Rodney dan Ekaterina Baker dituduh mengambil suntikan vaksin virus corona di Beaver Creek, Yukon.

Kedua pasangan itu menempuh perjalanan lebih dari 1.000 mil (1.609 km), dari Vancouver ke Beaver Creek, Yukon. Setidaknya sebagian dari perjalanan itu diduga menggunakan pesawat pribadi, menurut Yukon News.

Rodney Baker adalah CEO Great Canadian Gaming Corporation. Dengan total kompensasi tahunannya pada 2019 adalah 10,6 juta dollar AS (Rp 148,7 miliar).

Perusahaan mengumumkan pengunduran dirinya pada 25 Januari, empat hari setelah dia dan istrinya didenda.

Dia pertama kali diangkat menjadi Pemimpin perusahaan itu pada 2010, setelah sebelumnya bekerja sebagai penasihat senior disana.

"Atas alasan kebijakan, Great Canadian tidak mengomentari masalah personel," kata juru bicara Great Canadian Gaming Corporation kepada Yukon News.

Pihak perusahaan menambahkan perusahaan tersebut telah mengikuti arahan dan saran kesehatan virus corona.

Baca juga: PM Kanada Pakai Meme Bernie Sanders untuk Peringatkan Warga Tetap Tinggal di Rumah

Outlet tersebut mengatakan bahwa keduanya didenda pada 21 Januari. Otoritas setempat menyadari mereka melanggar peraturan perjalanan. Sebab tidak melakukan isolasi selama singgah di Whitehorse, Yukon, sebelum mencapai pusat vaksin di Beaver Creek.

John Streicker, Menteri Layanan Masyarakat Yukon, mengatakan pasangan itu berbohong kepada pejabat di klinik tempat vaksin itu diberikan. Mereka berpura-pura menjadi pekerja di motel lokal.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X