Bangladesh Pindahkan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil secara Besar-besaran

Kompas.com - 29/12/2020, 18:05 WIB
Pengungsi Rohingya melakukan perjalanan dengan kapal Angkatan Laut Bangladesh untuk diangkut ke pulau terpencil di Teluk Benggala, di Chittagong, Bangladesh, Selasa (29/12/2020). Kantor Perdana Menteri Bangladesh mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 1.500 pengungsi Rohingya meninggalkan Coxs Bazar secara sukarela di bawah manajemen pemerintah. Pihak berwenang mengatakan para pengungsi dipilih untuk relokasi berdasarkan kesediaan mereka, dan tidak ada tekanan yang diterapkan pada mereka. Tetapi beberapa kelompok aktivis dan hak asasi manusia mengatakan beberapa pengungsi terpaksa pergi ke pulau itu, yang terletak 34 kilometer dari daratan. AP PHOTO/MAHMUD HOSSAIN OPUPengungsi Rohingya melakukan perjalanan dengan kapal Angkatan Laut Bangladesh untuk diangkut ke pulau terpencil di Teluk Benggala, di Chittagong, Bangladesh, Selasa (29/12/2020). Kantor Perdana Menteri Bangladesh mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 1.500 pengungsi Rohingya meninggalkan Coxs Bazar secara sukarela di bawah manajemen pemerintah. Pihak berwenang mengatakan para pengungsi dipilih untuk relokasi berdasarkan kesediaan mereka, dan tidak ada tekanan yang diterapkan pada mereka. Tetapi beberapa kelompok aktivis dan hak asasi manusia mengatakan beberapa pengungsi terpaksa pergi ke pulau itu, yang terletak 34 kilometer dari daratan.

DHAKA, KOMPAS.com – Empat kapal milik Angkatan Laut Bangladesh pada Selasa (29/12/2020) mengangkut rombongan pengungsi Rohingya ke sebuah pulau terpencil yang berjarak tiga jam dari daratan.

Pengangkutan tersebut merupakan gelombang kedua pemindahan para pengungsi Rohingya dari daratan Bangladesh ke pulau terpencil bernama Bhashan Char.

Dilansir dari AFP, pemindahan itu disebut sebagai pemindahan pengungsi Rohingya terbesar karena mengangkur sekitar 1.800 orang.

Pada gelombang pertama, Bangladesh mengirim 1.600 pengungsi Rohingya ke Pulau Bhashan Char dengan kapal milik Angkatan Laut Bangladesh juga.

Pemerintah Bangladesh berkeras bahwa para pengungsi Rohingya tersebut secara sukarela ingin pindah ke pulau tersebut.

Baca juga: Uni Eropa Tambah Dana Kemanusiaan Krisis Rohingya Rp 34,28 Miliar

Namun, para aktivis hak asasi manusia (HAM) menolak klaim dari Pemerintah Bangladesh tersebut dan menyebut para pengungsi Rohingya dipindah secara paksa.

Terbaru, mereka mengungkapkan bahwa beberapa orang Rohingya yang memiliki rumah gubuk di kamp-kamp di perbatasan Myanmar telah digembok sehingga mereka tidak punya pilihan lain.

Jurnalis AFP memantau, para pengungsi Rohingya tersebut membawa tas berisi barang-barang, mainan, dan ayam saat mereka duduk di geladak kapal selama tiga jam perjalanan dari Chittagong ke Bhashan Char.

Blok perumahan di Pulau Bhashan Char juga telah disiapkan untuk para pendatang baru. Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen menyebut pulau itu sebagai resor yang indah.

Baca juga: Video Eksklusif Ungkap Etnis Rohingya Dipukuli di Perahu oleh Penyelundup

Jumlah pengungsi Rohingya di Bangladeh semakin bertambah sejak 2017 Myanmar dituduh melalukan pembersihan mematikan kepada etnik rohingya yang menurut PBB mungkin merupakan genosida.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Global
Apakah Nasib Alibaba Jadi Peringatan bagi Perusahaan Teknologi China Lainnya?

Apakah Nasib Alibaba Jadi Peringatan bagi Perusahaan Teknologi China Lainnya?

Global
Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Global
China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

Global
Berhubungan Seks di Depan Sekolah pada Siang Bolong, Sejoli Ditangkap Polisi

Berhubungan Seks di Depan Sekolah pada Siang Bolong, Sejoli Ditangkap Polisi

Global
Seorang Pria Down Syndrome di China Dibunuh dan Dikremasi untuk Gantikan Orang Lain

Seorang Pria Down Syndrome di China Dibunuh dan Dikremasi untuk Gantikan Orang Lain

Global
Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Global
Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Global
Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Global
Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Global
Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Global
10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Global
Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Global
Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Global
[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

Global
komentar
Close Ads X