Anak Laki-laki Berusia 6 Tahun Ini Tercatat sebagai Pahlawan Anti-Nazi Termuda

Kompas.com - 12/11/2020, 23:42 WIB
Foto yang disediakan oleh keluarga Bremaud ini menunjukkan Marcel Pinte. Quinquin, nama kodenya, mengikuti perintah, melintasi garis musuh untuk menyampaikan pesan jika diperlukan. Pada akhirnya dia terbunuh oleh tembakan teman, pada usia 6 tahun, kemungkinan anggota termuda dari Perlawanan Perancis yang berperang menduduki Nazi selama Perang Dunia II. Marcel Pinte termasuk di antara yang jatuh yang dihormati pada hari Rabu, ketika Prancis memperingati gencatan senjata 11 November 1918 yang mengakhiri Perang Dunia I dan memberi penghormatan kepada semua orang yang telah mati untuk bangsa. Courtesy of the Bremaud family via APFoto yang disediakan oleh keluarga Bremaud ini menunjukkan Marcel Pinte. Quinquin, nama kodenya, mengikuti perintah, melintasi garis musuh untuk menyampaikan pesan jika diperlukan. Pada akhirnya dia terbunuh oleh tembakan teman, pada usia 6 tahun, kemungkinan anggota termuda dari Perlawanan Perancis yang berperang menduduki Nazi selama Perang Dunia II. Marcel Pinte termasuk di antara yang jatuh yang dihormati pada hari Rabu, ketika Prancis memperingati gencatan senjata 11 November 1918 yang mengakhiri Perang Dunia I dan memberi penghormatan kepada semua orang yang telah mati untuk bangsa.

PARIS, KOMPAS.com - Di tugu peringatan bersama para pejuang anti-Nazi telah tertulis nama pahlawan termuda dari Perlawanan Perancis yang berusia 6 tahun, bernama Marcel Pinte.

Pinte, bocah laki-laki, yang membawa pesan untuk Perlawanan, meninggal secara tragis pada Agustus 1944, ketika salah satu senjata Sten gerilyawan meledak secara tidak sengaja.

Dia dihormati pada Hari Gencatan Senjata di sebuah upacara di Aixe-sur-Vienne, dekat kota Limoges di Perancis tengah, sebagaimana informasi yang dilansir dari BBC pada Kamis (12/11/2020).

Ayah bocah itu diketahui adalah seorang pemimpin Perlawanan.

Eugène Pinte, alias Athos, menjalankan jaringan Perlawanan dari rumah pertanian keluarga terpencil di La Gaubertie, sebuah dusun di daerah Aixe-sur-Vienne.

Baca juga: Dijarah Nazi 87 Tahun Lalu, Lukisan Ini Akhirnya Kembali kepada Pemiliknya

Apa peran Marcel?

Anak laki-laki itu adalah seorang agen penghubung, membawa pesan dan surat rahasia ke peternakan sekitarnya.

"Dengan tas sekolah di punggungnya, dia tidak menimbulkan kecurigaan," kata Marc Pinte, cucu dari ayah Marcel.

Marcel mengejutkan orang-orang dengan ingatannya yang "mencengangkan" dan dipercaya untuk menyampaikan pesan kepada para pemimpin Perlawanan, yang dia sembunyikan di balik kemejanya. "Dia mengerti semuanya sekaligus," kata Marc Pinte kepada kantor berita AFP.

Dia berkata Marcel senang menghabiskan waktu di hutan dengan pejuang Perlawanan, yang dikenal sebagai maquisard. Ia belajar tentang metode klandestin mereka.

Eugène, istrinya Paule, dan lima anak mereka mengadakan pertemuan di rumah pertanian klandestin dengan pejuang Perlawanan, dan bahkan menyembunyikan seorang penerjun payung Inggris di loteng.

Baca juga: Bagikan Foto Hitler dan Simbol Nazi, Puluhan Polisi Jerman Kena Skors

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X