Paus Fransiskus secara Gamblang Dukung Legalitas Ikatan Sipil Sesama Jenis

Kompas.com - 22/10/2020, 08:17 WIB
Paus Fransiskus menyapa umatnya di audiensi umum mingguan di Vatikan, Rabu (26/2/2020). Remo Casilli/REUTERSPaus Fransiskus menyapa umatnya di audiensi umum mingguan di Vatikan, Rabu (26/2/2020).

Seperti yang dilaporkan Michael J. O’Loughlin dari Amerika pada Kamis, yang dilansir dari America Magazine,

Sebelum dia terpilih sebagai paus, Fransiskus menjabat sebagai uskup agung Buenos Aires, dan dalam peran itu, dia mengadvokasi ikatan sipil sesama jenis dalam upaya untuk memblokir undang-undang pernikahan sesama jenis.

Argentina melegalkan pernikahan esama jenis pada 2010, yang saat itu disebut Kardinal Jorge Bergoglio sebagai "serangan destruktif terhadap rencana Tuhan".

Namun, dalam pertemuan dengan uskup Argentina lainnya, Kardinal Bergoglio mendesak mereka untuk mendukung ikatan sipil sebagai cara untuk menjaga pernikahan tetap heteroseksual.

Para uskup menolak gagasan itu, tetapi seorang aktivis LGBT di Argentina mengatakan kardinal memanggilnya untuk mengatakan bahwa dia secara pribadi mendukung gagasan ikatan sipil.

Ketika Fransiskus terpilih sebagai paus pada 2013, direktur kantor berita Katolik Argentina menyangkal bahwa paus mendukung ikatan sipil. Namun, pernyataan paus "Saya membela itu" dalam film dokumenter baru tersebut tampaknya menegaskan bahwa dia memang mendukung perlindungan ini.

Baca juga: Paus Fransiskus Bertemu dengan Kardinal George Pell yang Bebas dari Penjara

Paus berbicara tentang ikatan sipil untuk pasangan sesama jenis dalam wawancara pada 2014 dan 2017, tetapi tidak ada yang secara eksplisit mendukung seperti pernyataan paus dalam film dokumenter baru itu.

Seorang penasihat komunikasi Vatikan mengatakan setelah wawancara 2014 bahwa paus tidak bermaksud berkomentar sebagai bentuk dukungan dari ikatan sipil.

Pada 2017, paus memberikan wawancara panjang kepada sosiolog Perancis, Dominique Walton, di mana Walton bertanya kepadanya tentang pernikahan sesama jenis.

Paus menjawab, "Mari kita sebut ini 'persatuan sipil', sebagai lawan dari "pernikahan."

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Pasien Pulih Covid-19 Berpotensi Terinfeksi Ulang?

Apakah Pasien Pulih Covid-19 Berpotensi Terinfeksi Ulang?

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Park Geun-hye, Kisah Tragis Putri Diktator Negeri Ginseng

[Biografi Tokoh Dunia] Park Geun-hye, Kisah Tragis Putri Diktator Negeri Ginseng

Global
China Mulai Geser AS sebagai Pemasok Energi Nuklir Terbesar di Dunia

China Mulai Geser AS sebagai Pemasok Energi Nuklir Terbesar di Dunia

Global
Profesor MIT Ditangkap karena Tidak Laporkan Relasi dengan China

Profesor MIT Ditangkap karena Tidak Laporkan Relasi dengan China

Global
Teriak-teriak Saat Berhubungan Seks, Wanita Dikomplain Tetangga: Mirip Babi

Teriak-teriak Saat Berhubungan Seks, Wanita Dikomplain Tetangga: Mirip Babi

Global
Rakyat Palestina Demo Tolak Permukiman Israel, 15 Orang Luka-luka

Rakyat Palestina Demo Tolak Permukiman Israel, 15 Orang Luka-luka

Global
'Krakatau' Masih Belum Mau Kawin dengan 'Madonna' Pacar Barunya

"Krakatau" Masih Belum Mau Kawin dengan "Madonna" Pacar Barunya

Global
Gadis Sosialita Bunuh Diri Telanjang Sambil Dekap Bayinya, Depresi Dihamili tapi Tidak Dinikahi

Gadis Sosialita Bunuh Diri Telanjang Sambil Dekap Bayinya, Depresi Dihamili tapi Tidak Dinikahi

Global
Gelang Kaki Merpati yang Terbang Lintas Samudra Pasifik Palsu, Suntik Mati Ditangguhkan

Gelang Kaki Merpati yang Terbang Lintas Samudra Pasifik Palsu, Suntik Mati Ditangguhkan

Global
AS Pangkas Kehadiran Tentara di Afghanistan dan Irak, Tersisa 2.500 Personel

AS Pangkas Kehadiran Tentara di Afghanistan dan Irak, Tersisa 2.500 Personel

Global
Erdogan Tak Terima Dikeluarkan AS dari Program Jet F-35 Setelah Beli Rudal Rusia

Erdogan Tak Terima Dikeluarkan AS dari Program Jet F-35 Setelah Beli Rudal Rusia

Global
FBI Berhasil Identifikasi 200 Lebih Orang yang Berencana Mengacaukan Pelantikan Biden

FBI Berhasil Identifikasi 200 Lebih Orang yang Berencana Mengacaukan Pelantikan Biden

Global
Kabinet PM Belanda Mark Rutte Mundur akibat Salah Urus Subsidi Anak

Kabinet PM Belanda Mark Rutte Mundur akibat Salah Urus Subsidi Anak

Global
Tradisi Lempar Bubuk Rempah Bagi yang Berusia 25 Tahun dan Lajang di Denmark, Seperti Apa?

Tradisi Lempar Bubuk Rempah Bagi yang Berusia 25 Tahun dan Lajang di Denmark, Seperti Apa?

Global
Yunani-Arab Saudi Gelar Latihan Militer Gabungan, Turki Khawatir

Yunani-Arab Saudi Gelar Latihan Militer Gabungan, Turki Khawatir

Global
komentar
Close Ads X