Otoritas China Pasang Keamanan Ketat di Hong Kong Jelang Hari Nasional

Kompas.com - 01/10/2020, 13:29 WIB
Polisi anti huru-hara Hong Kong ketika menahan seorang pria, di tengah upaya mereka membubarkan demonstrasi menentang penerapan UU Keamanan Nasional pada 1 Juli 2020, atau dalam peringatan 23 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China. AFP PHOTO/DALE DE LA REYPolisi anti huru-hara Hong Kong ketika menahan seorang pria, di tengah upaya mereka membubarkan demonstrasi menentang penerapan UU Keamanan Nasional pada 1 Juli 2020, atau dalam peringatan 23 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China.

HONG KONG, KOMPAS.com - Tingkat keamanan sangat ketat di Hong Kong awal Kamis pagi (1/10/2020) dengan van polisi memenuhi ruas jalan jelang pawai Hari Nasional China

Keamanan itu diterapkan karena para demonstran diperkirakan akan kembali turun ke jalan meski pihak berwenang sudah melarang.

Sekelompok petugas anti huru-hara melakukan operasi stop-and-search di sepanjang rute perjalanan yang diperkirakan menghubungkan distrik perbelanjaan utama Causeway Bay dengan distrik administrasi Admiralty.

Baca juga: Uni Eropa Desak China soal Akses Dagang, Uighur, Hong Kong, dan Covid-19

Pada Rabu malam, polisi mengatakan mereka telah menangkap lima orang karena menghasut warga untuk ikut serta dalam pertemuan ilegal secara online.

Media lokal SCMP juga melaporkan awal pekan ini sekitar 6.000 petugas akan diturunkan pada Hari Nasional China, menurut sumber anonim.

Pemrotes anti-pemerintah, yang pernah berujung menjadi rusuh pada tahun 2019 makin mengecil jumlah massanya tahun ini karena aturan batasan virus corona.

Selain itu, mereka juga takut dengan UU Keamanan Baru yang diterapkan pemerintah pusat China di Beijing kepada Hong Kong sejak 30 Juni lalu.

Baca juga: China Balas AS dengan Menangguhkan Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dengan Hong Kong

Tetapi ada ajakan via online untuk melakukan protes di beberapa distrik setelah aplikasi pawai oleh Front Hak Asasi Manusia Sipil, yang mengorganisir pawai jutaan orang tahun lalu, dibubarkan oleh polisi dengan alasan Covid-19 dan kekerasan pada pawai sebelumnya.

Tidak jelas berapa banyak orang yang akan bergabung dalam demonstrasi tersebut.

"Saya tidak berpikir protes adalah cara yang efektif untuk mengungkapkan pendapat saya, karena pemerintah mencoba setiap metode untuk menekan protes," kata Lee (22), saat dia melihat sekelompok petugas polisi di seberang jalan.

Empat anggota Liga Sosial Demokrat, yang dipimpin oleh aktivis veteran Leung Kwok-hung, yang dikenal sebagai 'Long Hair', berbaris memegang spanduk bertuliskan "Tidak ada perayaan hari nasional, hanya duka nasional."

Empat orang adalah jumlah maksimum yang diizinkan otoritas untuk berkumpul di bawah pembatasan virus corona.

Baca juga: Didesak China, Taiwan Khawatir Nasibnya akan Sama Seperti Hong Kong


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X