AS Akan Blokir Minyak Sawit dari Produsen Besar Malaysia

Kompas.com - 01/10/2020, 10:13 WIB
Seorang gadis kecil memegang buah kelapa sawit yang dikumpulkan dari sebuah perkebunan di Sumatera, Indonesia, 13 November 2017. Investigasi Associated Press menemukan banyak pekerja kelapa sawit di Indonesia dan negara tetangga Malaysia mengalami eksploitasi, termasuk pekerja anak. AP/Binsar BakkaraSeorang gadis kecil memegang buah kelapa sawit yang dikumpulkan dari sebuah perkebunan di Sumatera, Indonesia, 13 November 2017. Investigasi Associated Press menemukan banyak pekerja kelapa sawit di Indonesia dan negara tetangga Malaysia mengalami eksploitasi, termasuk pekerja anak.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat akan memblokir pengiriman minyak sawit dari produsen utama Malaysia yang selama ini masuk ke rantai pasokan merek makanan dan kosmetik AS yang ikonik.

AS dilansir dari Associated Press (AP) menemukan adanya indikator kerja paksa dalam tenaga buruh, melibatkan anak-anak juga termasuk pelanggaran lainnya seperti kekerasan fisik dan seksual.

Perintah itu mulai diberlakukan terhadap FGV Holdings Berhad, salah satu perusahaan minyak sawit terbesar Malaysia dan mitra usaha dengan raksasa barang konsumen Amerika, Procter & Gamble pada Rabu (30/9/2020) menurut Brenda Smith, asisten komisaris eksekutif Kantor Bea Cukai dan Perlindungan Perdagangan Perbatasan AS.

Tindakan tersebut, diumumkan seminggu setelah AP mengungkap adanya pelanggaran ketenagakerjaan besar di industri minyak sawit Malaysia, dipicu oleh petisi yang diajukan tahun lalu oleh organisasi nirlaba.

Baca juga: Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

“Kami akan mendesak komunitas pengimpor AS lagi untuk melakukan uji tuntas,” kata Smith, menambahkan perusahaan harus melihat rantai pasokan minyak sawit mereka. “Kami juga akan mendorong konsumen AS untuk bertanya tentang dari mana produk mereka berasal.”

Malaysia adalah produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia, bersama dengan Indonesia, 2 negara ini mendominasi perdagangan global, dengan mampu memproduksi 85 persen dari pasokan 65 miliar dollar AS.

Minyak sawit dan turunannya dari FGV, dan Felda milik Malaysia yang memiliki hubungan dekat, masuk ke rantai pasokan perusahaan multinasional besar.

Mereka termasuk Nestle, L’Oreal, dan Unilever, menurut daftar pemasok dan pabrik minyak sawit yang paling baru diterbitkan perusahaan.

Beberapa bank besar dan lembaga keuangan Barat tidak hanya mengalirkan uang secara langsung atau tidak langsung ke dalam industri minyak sawit, tetapi mereka juga memiliki saham di FGV.

Baca juga: Pemasaran Produk Kelapa Sawit Indonesia Mulai Ditolak di Swiss

Smith mengatakan agensi tersebut melakukan penyelidikan selama setahun dan menyisir laporan dari pelapor nirlaba dan media, termasuk penyelidikan AP.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Global
Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Global
Meski Siap Jalankan Transisi dengan Biden, Trump Berjanji Bakal Terus Melawan

Meski Siap Jalankan Transisi dengan Biden, Trump Berjanji Bakal Terus Melawan

Global
Mengenal Sistem Kafala di Arab Saudi: Buruh Migran Kerja 24 Jam, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Mengenal Sistem Kafala di Arab Saudi: Buruh Migran Kerja 24 Jam, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Global
MBS dan Netanyahu Bertemu? Ini Ringkasan Hubungan Israel dengan Dunia Arab

MBS dan Netanyahu Bertemu? Ini Ringkasan Hubungan Israel dengan Dunia Arab

Global
Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Dilanjutkan Tanpa Dihadiri 20 Tersangka

Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Dilanjutkan Tanpa Dihadiri 20 Tersangka

Global
Setelah Berlarut-larut, Transisi dari Trump ke Biden Akhirnya Segera Dimulai

Setelah Berlarut-larut, Transisi dari Trump ke Biden Akhirnya Segera Dimulai

Global
Aktivis Milenial Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Protes 2019

Aktivis Milenial Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Protes 2019

Global
Vaksin Corona Akan Gratis di Arab Saudi, yang Negatif Covid-19 Jadi Prioritas

Vaksin Corona Akan Gratis di Arab Saudi, yang Negatif Covid-19 Jadi Prioritas

Global
Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

Global
Perempuan Eks ISIS Ingin Pulang ke Inggris, Pemerintah Menolak dengan Keras

Perempuan Eks ISIS Ingin Pulang ke Inggris, Pemerintah Menolak dengan Keras

Global
Baru Turun dari Pesawat, Pentolan ISIS Langsung Ditangkap di Irak

Baru Turun dari Pesawat, Pentolan ISIS Langsung Ditangkap di Irak

Global
[POPULER GLOBAL] Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Rp 18.000 Per Bulan | Menteri Pakistan Samakan Presiden Perancis dengan Nazi

[POPULER GLOBAL] Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Rp 18.000 Per Bulan | Menteri Pakistan Samakan Presiden Perancis dengan Nazi

Global
Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Global
Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Global
komentar
Close Ads X