Timothy Brown, Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Kanker

Kompas.com - 01/10/2020, 08:18 WIB
Dokumen foto 4 Maret 2019 ini menunjukkan Timothy Ray Brown di Seattle. Brown, yang mengukir sejarah sebagai pasien Berlin, orang pertama yang diketahui sembuh dari infeksi HIV, meninggal Selasa, 29 September 2020, di rumahnya di Palm Springs, California, karena leukimia menurut keterangan media sosial pasangannya, Tim Hoeffgen. AP/Manuel ValdesDokumen foto 4 Maret 2019 ini menunjukkan Timothy Ray Brown di Seattle. Brown, yang mengukir sejarah sebagai pasien Berlin, orang pertama yang diketahui sembuh dari infeksi HIV, meninggal Selasa, 29 September 2020, di rumahnya di Palm Springs, California, karena leukimia menurut keterangan media sosial pasangannya, Tim Hoeffgen.

CALIFORNIA, KOMPAS.com - Timothy Ray Brown, yang terkenal sebagai "pasien Berlin", pasien pertama yang diketahui sembuh dari infeksi HIV, telah meninggal dunia karena kanker di usia 54 tahun.

Brown mencatat sejarah sebagai orang pertama yang sembuh dari infeksi HIV, dia wafat di rumahnya di Palm Springs, California, Amerika Serikat pada Selasa (29/9/2020) menurut keterangan pasangannya, Tim Hoeffgen.

Melansir Associated Press (AP) Brown meninggal karena kanker. Padahal sebelumnya Brown menjalani transplantasi sumsum tulang dan sel induk tak biasa pada tahun 2007 dan 2008 yang selama bertahun-tahun tampaknya telah menyembuhkan leukimia dan HIV, virus yang menyebabkan AIDS.

“Timothy adalah simbolisasi bahwa mungkin, dalam kondisi khusus, menyembuhkan pasien HIV, sesuatu yang banyak ilmuwan meragukan bahwa hal tersebut dapat dilakukan," kata Dr. Gero Huetter, dokter Berlin yang memimpin pengobatan bersejarah Brown.

“Ini adalah situasi yang sangat menyedihkan” bahwa kanker kembali dan merenggut nyawanya, karena dia masih bebas HIV, kata Huetter, yang sekarang menjadi direktur medis sebuah perusahaan sel punca di Dresden, Jerman.

Baca juga: Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Kini Kritis karena Kanker

Perhimpunan AIDS Internasional, di mana Brown pernah berbicara pada konferensi AIDS setelah pengobatannya berhasil, mengeluarkan pernyataan berkabung atas kematian pria itu dan mengatakan bahwa himpunan itu dan Dr. Huetter berutang "banyak rasa terima kasih" karena telah mendorong penelitian untuk upaya penyembuhan.

Brown bekerja di Berlin sebagai penerjemah ketika dia didiagnosis dengan HIV dan kemudian, leukemia.

Transplantasi dikenal sebagai pengobatan yang efektif untuk kanker darah, tetapi Huetter ingin mencoba menyembuhkan infeksi HIV juga dengan menggunakan donor dengan mutasi gen langka yang memberikan ketahanan alami terhadap virus AIDS.

Transplantasi pertama kali dilakukan terhadap Brown pada 2007 dan berhasil, infeksi HIV-nya berangsur sembuh namun tidak dengan leukimia yang dideritanya. 

Brown kemudian melakukan transplantasi kedua dari donor yang sama pada 2008 dan saat itu tampaknya kankernya juga mulai berangsur hilang.

Baca juga: Studi Sebut Pria dengan Lingkar Pinggang Besar Berpotensi Terjangkit Kanker Prostat

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X