Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Timothy Brown, Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Kanker

Kompas.com - 01/10/2020, 08:18 WIB
Miranti Kencana Wirawan

Penulis

CALIFORNIA, KOMPAS.com - Timothy Ray Brown, yang terkenal sebagai "pasien Berlin", pasien pertama yang diketahui sembuh dari infeksi HIV, telah meninggal dunia karena kanker di usia 54 tahun.

Brown mencatat sejarah sebagai orang pertama yang sembuh dari infeksi HIV, dia wafat di rumahnya di Palm Springs, California, Amerika Serikat pada Selasa (29/9/2020) menurut keterangan pasangannya, Tim Hoeffgen.

Melansir Associated Press (AP) Brown meninggal karena kanker. Padahal sebelumnya Brown menjalani transplantasi sumsum tulang dan sel induk tak biasa pada tahun 2007 dan 2008 yang selama bertahun-tahun tampaknya telah menyembuhkan leukimia dan HIV, virus yang menyebabkan AIDS.

“Timothy adalah simbolisasi bahwa mungkin, dalam kondisi khusus, menyembuhkan pasien HIV, sesuatu yang banyak ilmuwan meragukan bahwa hal tersebut dapat dilakukan," kata Dr. Gero Huetter, dokter Berlin yang memimpin pengobatan bersejarah Brown.

“Ini adalah situasi yang sangat menyedihkan” bahwa kanker kembali dan merenggut nyawanya, karena dia masih bebas HIV, kata Huetter, yang sekarang menjadi direktur medis sebuah perusahaan sel punca di Dresden, Jerman.

Baca juga: Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Kini Kritis karena Kanker

Perhimpunan AIDS Internasional, di mana Brown pernah berbicara pada konferensi AIDS setelah pengobatannya berhasil, mengeluarkan pernyataan berkabung atas kematian pria itu dan mengatakan bahwa himpunan itu dan Dr. Huetter berutang "banyak rasa terima kasih" karena telah mendorong penelitian untuk upaya penyembuhan.

Brown bekerja di Berlin sebagai penerjemah ketika dia didiagnosis dengan HIV dan kemudian, leukemia.

Transplantasi dikenal sebagai pengobatan yang efektif untuk kanker darah, tetapi Huetter ingin mencoba menyembuhkan infeksi HIV juga dengan menggunakan donor dengan mutasi gen langka yang memberikan ketahanan alami terhadap virus AIDS.

Transplantasi pertama kali dilakukan terhadap Brown pada 2007 dan berhasil, infeksi HIV-nya berangsur sembuh namun tidak dengan leukimia yang dideritanya. 

Brown kemudian melakukan transplantasi kedua dari donor yang sama pada 2008 dan saat itu tampaknya kankernya juga mulai berangsur hilang.

Baca juga: Studi Sebut Pria dengan Lingkar Pinggang Besar Berpotensi Terjangkit Kanker Prostat

Namun, kankernya tiba-tiba kambuh tahun lalu, menurut Brown pada wawancara terakhir dengan AP.

"Saya senang saya pernah menjalaninya," ujar Brown soal transplantasi. "Ini membuka pintu yang sebelumnya tidak ada dan menginspirasi para ilmuwan untuk bekerja lebih keras agar menemukan obatnya," kata Brown.

Selain Brown ada Adam Castillejo yang disebut sebagai "pasien London" sampai dia mengungkapkan identitasnya awal tahun ini - juga diyakini telah disembuhkan dengan transplantasi yang mirip dengan Brown pada 2016.

Karena donor semacam itu jarang dan transplantasi berisiko secara medis, para peneliti telah menguji terapi gen dan cara lain untuk mencoba mendapatkan efek serupa.

Pada konferensi AIDS di bulan Juli, para peneliti mengatakan mereka mungkin telah mencapai remisi jangka panjang pada pria Brasil dengan menggunakan kombinasi obat yang kuat yang dimaksudkan untuk membersihkan HIV yang tidak aktif dari tubuhnya.

Mark King, seorang pria Baltimore yang menulis blog, berkata bahwa Brown "hanyalah magnet bagi orang yang hidup dengan HIV, seperti saya," dan mewujudkan harapan bahwa akan ada kesembuhan.

“Dia telah berkata sejak awal, 'Saya tidak ingin menjadi satu-satunya. Mereka harus terus mengerjakan ini," kata King.

Baca juga: Romantis, 46 Tahun Menikah Pasutri Ini Berjuang Bersama Lawan Kanker dan Covid-19

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Global
Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Global
Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Global
Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Global
Israel Perintahkan Warga Palestina Mengungsi dari Rafah

Israel Perintahkan Warga Palestina Mengungsi dari Rafah

Global
[UNIK GLOBAL] Majikan Bunuh Diri, PRT Diwarisi Rp 43,5 Miliar | Karyawan Nekat ke Italia demi Makan Pizza Padahal Besok Kerja

[UNIK GLOBAL] Majikan Bunuh Diri, PRT Diwarisi Rp 43,5 Miliar | Karyawan Nekat ke Italia demi Makan Pizza Padahal Besok Kerja

Global
Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Global
Di Texas, Orangtua Bisa Dipenjara Jika Tinggalkan Anak Sendirian dalam Rumah

Di Texas, Orangtua Bisa Dipenjara Jika Tinggalkan Anak Sendirian dalam Rumah

Global
Turkiye Setop Berbisnis dengan Israel, Pakar: Akan Sulitkan Ankara

Turkiye Setop Berbisnis dengan Israel, Pakar: Akan Sulitkan Ankara

Global
Tentara Israel Diserang Ratusan Lebah di Gaza Selatan

Tentara Israel Diserang Ratusan Lebah di Gaza Selatan

Global
Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Global
Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Global
Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Global
Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Global
Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com