Pengadilan Bebaskan Petinggi Partai Berkuasa yang Terlibat Kasus Pembongkaran Masjid Kuno Abad ke-16

Kompas.com - 30/09/2020, 22:21 WIB
Lal Krishna Advani (kiri) dan Uma Bharti (kanan) berurusan dengan pengadilan selama bertahun-tahun. GETTY IMAGES VIA BBC INDONESIALal Krishna Advani (kiri) dan Uma Bharti (kanan) berurusan dengan pengadilan selama bertahun-tahun.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pengadilan khusus membebaskan beberapa petinggi partai berkuasa di India, Bharatiya Janata Party (BJP), atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembongkaran Masjid Babri pada 1992.

Mantan Wakil Perdana Menteri LK Advani, pemimpin BJP MM Joshi dan Uma Bharti sebelumnya menolak dakwaan bahwa mereka menghasut massa Hindu untuk merobohkan Masjid Babri Abad ke-16 di kota Ayodhya.

Penghancuran itu memicu kekerasan yang menyebabkan sekitar 2.000 orang meninggal dunia.

Peristiwa itu juga menjadi momen yang penting berkaitan dengan menguatnya kekuatan politik Hindu sayap kanan.

Penyelidikan yang digelar lembaga pemerintah federal dan komisi independen sebelumnya menyalahkan para petinggi BJP, termasuk mantan Perdana Menteri Atal Behari Vajpayee, yang meninggal dunia pada 2018.

Dakwaan akhirnya dijatuhkan kepada 49 orang, termasuk Advani, Joshi dan Bharti pada 1993. Tujuh belas di antara mereka telah meninggal dunia sejak dakwaan itu.

Pada Rabu (30/09) seperti yang dilansir dari BBC, pengadilan membebaskan semua terdakwa dengan alasan tak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa pembongkaran itu direncanakan.

Organisasi All India Muslim Personal Law Board telah menyatakan akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

Baca juga: Gadis Kasta Dalit Tewas Diperkosa, Aktivis yang Berunjuk Rasa Ditangkap Aparat India

Setahun setelah putusan bersejarah lainnya

Tiga pemimpin BJP tidak hadir dalam sidang dan menyaksikan sidang putusan melalui saluran video. Media juga dilarang meliput di dalam ruang sidang.

Putusan ini bersejarah dan sekaligus menyulut perdebatan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

200 Hari Tanpa Kasus Covid-19, Ini Rumus Keberhasilan Taiwan

200 Hari Tanpa Kasus Covid-19, Ini Rumus Keberhasilan Taiwan

Global
Insinyur Muda Indonesia di Inggris Siap Bantu Tangani Covid-19 di Tanah Air, Ini Programnya

Insinyur Muda Indonesia di Inggris Siap Bantu Tangani Covid-19 di Tanah Air, Ini Programnya

Global
Tak Berdiri Saat Lagu Nasional Dikumandangkan, Siswa Ditempeleng Penjual Makanan

Tak Berdiri Saat Lagu Nasional Dikumandangkan, Siswa Ditempeleng Penjual Makanan

Global
[Cerita Dunia] 17 Tahun Silam Mahathir Mohamad Pertama Kali Mundur dari Panggung Politik Malaysia

[Cerita Dunia] 17 Tahun Silam Mahathir Mohamad Pertama Kali Mundur dari Panggung Politik Malaysia

Global
Para Pemimpin Dunia Kecam Serangan Teror di Perancis

Para Pemimpin Dunia Kecam Serangan Teror di Perancis

Global
Presiden Aljazair Dipindah ke Jerman Setelah Dirawat di Aljir

Presiden Aljazair Dipindah ke Jerman Setelah Dirawat di Aljir

Global
Perayaan Hari Orang Mati di Meksiko Lesu akibat Wabah Corona

Perayaan Hari Orang Mati di Meksiko Lesu akibat Wabah Corona

Global
Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Global
AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

Global
Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Global
Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Global
Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Global
Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Global
Mantan Anti-masker Terinfeksi Covid-19, Kini Anggap Serius Pandemi

Mantan Anti-masker Terinfeksi Covid-19, Kini Anggap Serius Pandemi

Global
komentar
Close Ads X