China Tahan Aktivis Pengkritik Presiden Xi Jinping

Kompas.com - 25/06/2020, 19:02 WIB
Presiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19. Pertemuan ini dilakukan dengan cara video conference, dan Xi melakukannya dari ibu kota China, Beijing, pada 26 Maret 2020. XINHUA/LI XUEREN/EPA-EFEPresiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19. Pertemuan ini dilakukan dengan cara video conference, dan Xi melakukannya dari ibu kota China, Beijing, pada 26 Maret 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Otoritas China dilaporkan menahan dua aktivis, dengan salah satunya mengkritik Presiden Xi Jinping dan memintanya untuk mundur terkait Covid-19.

Figur berpengaruh Ding Jiaxi dan Xu Zhiyong menghadiri pertemuan rahasia melibatkan pakar hukum dan aktivis HAM di Provinsi Fujian awal Desember 2019.

Sejak pertemuan rahasia itu, banyak di antara peserta yang ditahan oleh otoritas setempat, dilaporkan kantor berita AFP Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Kremasi Tentara yang Gugur, India Juga Bakar Foto Xi Jinping

Kabar itu merupakan perkembangan baru surutnya kebebasan sipil, sejak Presiden Xi Jinping berkuasa di 2012, dengan banyak aktivis dan pengacara yang ditangkap.

Ding dan Xu merupakan sosok berpengaruh di pergerakan New Citizens' Movement, grup sipil yang menyerukan reformasi konstitusi dan mengkritik korupsi pemerintah.

Baik keluarga dan teman dari dua tokoh itu mengungkapkan, mereka tidak bisa menghubungi atau pun diizinkan untuk menemui mereka.

Ding, yang sebelumnya dipenjara karena memprotes pejabat korup, ditangkap atas tuduhan "menghasut melawan negara", ujar istrinya Luo Shengchun.

"Harapan terbesar saya adalah agar Jiaxi bisa bertemu dengan kuasa hukumnya, sekaligus memastikan dia baik-baik saja," kata sang istri.

Luo mengatakan, saudara Ding menerima pemberitahuan bahwa sang aktivis ditangkap pada Selasa (23/6/2020) di kediamannya di Hubei.

Dia mengaku begitu khawatir karena tak mendapat kabar dari suaminya selama enam bulan, di mana ketakutannya jika Ding disiksa.

Baca juga: John Bolton: Sambil Makan Steak Salmon, Xi Jinping Puji Donald Trump

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

20 Negara Sudah Meminta Rusia Produksi 1 Miliar Vaksin Covid-19, Sputnik-V

20 Negara Sudah Meminta Rusia Produksi 1 Miliar Vaksin Covid-19, Sputnik-V

Global
Klaim Rusia Ciptakan Vaksin Corona: Dikecam Ilmuwan, Dipertanyakan WHO

Klaim Rusia Ciptakan Vaksin Corona: Dikecam Ilmuwan, Dipertanyakan WHO

Global
Presiden Putin Mengklaim Vaksin Covid-19 Rusia telah Kantongi Persetujuan Regulator

Presiden Putin Mengklaim Vaksin Covid-19 Rusia telah Kantongi Persetujuan Regulator

Global
Ledakan Lebanon, di Mana Negara Lain Menyimpan Amonium Nitrat?

Ledakan Lebanon, di Mana Negara Lain Menyimpan Amonium Nitrat?

Global
Rusia Klaim Jadi Negara Pertama yang Ciptakan Vaksin Covid-19, Ini Kata WHO

Rusia Klaim Jadi Negara Pertama yang Ciptakan Vaksin Covid-19, Ini Kata WHO

Global
Sepekan Setelah Ledakan Dahsyat di Lebanon, Menyisakan Trauma pada Anak-anak

Sepekan Setelah Ledakan Dahsyat di Lebanon, Menyisakan Trauma pada Anak-anak

Global
Mabuk, Turis Wanita Telanjang Panjat Kuil Buddha Sambil Mengomel

Mabuk, Turis Wanita Telanjang Panjat Kuil Buddha Sambil Mengomel

Global
Berusaha Bobol Brankas, Pencuri Ini Tewas Terkena Alat Potongnya Sendiri

Berusaha Bobol Brankas, Pencuri Ini Tewas Terkena Alat Potongnya Sendiri

Global
Inilah Nama Vaksin Virus Corona yang Diciptakan Rusia, Sputnik V

Inilah Nama Vaksin Virus Corona yang Diciptakan Rusia, Sputnik V

Global
Penduduk Hong Kong Borong Surat Kabar Apple Daily, Sehari Setelah Jimmy Lai Ditangkap

Penduduk Hong Kong Borong Surat Kabar Apple Daily, Sehari Setelah Jimmy Lai Ditangkap

Global
Setelah 102 Hari, Selandia Baru Kembali Laporkan Kasus Covid-19

Setelah 102 Hari, Selandia Baru Kembali Laporkan Kasus Covid-19

Global
Video Polisi Gerebek Laboratorium Kokain Terbesar di Belanda

Video Polisi Gerebek Laboratorium Kokain Terbesar di Belanda

Global
Trump soal Wajahnya Dipahat di Mount Rushmore: Sepertinya Ide Bagus

Trump soal Wajahnya Dipahat di Mount Rushmore: Sepertinya Ide Bagus

Global
AS Akan Sisakan Kurang dari 5.000 Tentara di Afghanistan Akhir November

AS Akan Sisakan Kurang dari 5.000 Tentara di Afghanistan Akhir November

Global
Putin: Rusia Ciptakan Vaksin Corona Pertama di Dunia, Putriku Sudah Disuntik

Putin: Rusia Ciptakan Vaksin Corona Pertama di Dunia, Putriku Sudah Disuntik

Global
komentar
Close Ads X