Trump Dikabarkan Minta Bantuan Xi Jinping agar Menang Pilpres

Kompas.com - 18/06/2020, 11:38 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Jepang. AFP via BBC IndonesiaPresiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Jepang.

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berupaya meminta bantuan kepada Presiden China, Xi Jinping, agar dia bisa kembali menang dalam pilpres AS mendatang, sebut mantan Penasihat Keamanan Nasional, John Bolton, dalam buku barunya.

Dalam cuplikan buku karyanya yang diberikan kepada media AS, Bolton mengatakan bahwa Trump ingin China membeli produk-produk pertanian dari para petani AS.

Para koresponden media mengatakan hal ini mengingatkan khalayak ketika Trump dituding meminta presiden Ukraina menyelidiki bakal calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Pemerintahan Trump diketahui berusaha mencegah buku ini tidak terbit. Menurut Departemen Kehakiman, buku tersebut memuat "informasi rahasia", namun Bolton menepisnya.

Buku berjudul The Room Where It Happened bakal dirilis pada 23 Juni mendatang.

Baca juga: Donald Trump, Membuat Amerika Berjaya Kembali

Bolton membantah buku karyanya memuat informasi rahasia, seperti disebutkan Departemen Kehakiman AS.REUTERS via BBC Indonesia Bolton membantah buku karyanya memuat informasi rahasia, seperti disebutkan Departemen Kehakiman AS.

Dalam buku tersebut, Bolton juga membahas klaim-klaim yang berujung pada sidang pemakzulan Trump.

Klaim itu, antara lain, Trump menahan bantuan militer ke Ukraina guna menekan Presiden Volodymyr Zelensky agar memulai penyelidikan terhadap Joe Biden dan putranya, Hunter.

Trump membantah laporan tersebut dan, setelah sidang berjalan selama dua pekan di Senat yang dikendalikan Partai Republik, dia tidak dimakzulkan.

Bolton mengatakan penyelidikan itu mungkin berbeda hasilnya jika tidak hanya fokus ke Ukraina, tapi contoh-contoh campur tangan politik lainnya.

Bolton bergabung dengan Gedung Putih pada April 2018 dan hengkang pada September 2019. Saat itu dia mengatakan dirinya memutuskan berhenti sebagai penasihat keamanan nasional. Akan tetapi, Trump berujar bahwa Bolton dipecat karena perbedaan pendapat yang "kuat".

Baca juga: Trump Umumkan Rencana Kurangi Pasukan AS di Jerman

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X