Buru Pemimpin ISIS yang Baru, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 142 Miliar

Kompas.com - 25/06/2020, 17:47 WIB
Foto yang dirilis pada 21 Januari 2020, diambil oleh Program Hadiah Kontra-Terorisme Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, memperlihatkan Amir Mohammad Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi, sosok yang dididentifikasi sebagai pemimpin kelompok Negara Islam irak dan Suriah (ISIS) yang baru. AFP PHOTO/US State Departments Counter-Terrorism Rewards Program/HOFoto yang dirilis pada 21 Januari 2020, diambil oleh Program Hadiah Kontra-Terorisme Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, memperlihatkan Amir Mohammad Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi, sosok yang dididentifikasi sebagai pemimpin kelompok Negara Islam irak dan Suriah (ISIS) yang baru.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS menawarkan hadiah uang hingga 10 juta dollar (Rp 142 miliar), dalam upaya memburu pemimpin ISIS yang baru.

Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli diidentifikasi sebagai "khalifah" pengganti Abu Bakar al-Baghdadi yang tewas pada Oktober 2019.

Baca juga: Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Sebelum dia dinyatakan sebagai pemimpin baru ISIS, AS sudah menawarkan uang 5 juta dollar AS (Rp 71 miliar) untuk menangkapnya.

Setelah dia ditetapkan sebagai pengganti Baghdadi, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menggandakan hadiah uang menjadi 10 juta dollar AS.

Lahir pada 1976, al-Mawli merupakan cendekiawan yang mendukung persekusi terhadap minoritas Yazidi, di mana PBB mengecamnya sebagai genosida.

Dilansir AFP Kamis (25/6/2020), kelompok teroris itu membunuh ribuan Yazidi karena menerapkan agama kuno yang disebut dengan Yazidisme.

Ribuan perempuan lainnya kemudian diculik dan dipaksa menjadi budak, maupun budak seks, oleh kelompok yang dinyatakan kalah pada Maret 2019 itu.

Al-Mawli lahir di Mosul, irak, dan berasal dari keluarga Turki. Membuatnya menjadi segelintir orang non-Arab yang bisa menjadi petinggi ISIS.

Di bawah pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi, kelompok tersebut sempat mendeklarasikan "kekhalifahan" pada 2014, dan menguasai sebagian Irak dan Suriah.

Benteng kelompok itu dirobohkan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi Kurdi dan Arab, yang mendapat sokongan dari AS.

Meski secara teritori dinyatakan kalah, simpatisan kelompok itu masih melancarkan serangan mematikan di seluruh dunia, utamanya di Afghanistan dan Afrika Barat.

Baca juga: KALEIDOSKOP 2019: Kematian Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Global
Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Global
Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Global
Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Global
Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Global
Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Global
Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Global
8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

Global
'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

Global
Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Global
Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Global
Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Global
Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Global
Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Global
[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

Global
komentar
Close Ads X