Trump: Kami Tak Bahagia dengan China

Kompas.com - 28/04/2020, 15:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dalam konferensi pers harian mengenai kebijakan pemerintah menangani virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 3 April 2020. REUTERS/TOM BRENNERPresiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dalam konferensi pers harian mengenai kebijakan pemerintah menangani virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 3 April 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyiratkan, dia akan mencari ganti rugi dari China atas wabah virus corona yang menjangkiti seluruh dunia.

"Kami tidak bahagia dengan China," ujar presiden berusia 73 tahun itu dalam wawancaranya di Gedung Putih, dilansir AFP Senin (27/4/2020).

"Kami tak bahagia dengan situasi yang ada. Sebab kami yakin, wabah ini bisa langsung dihentikan dari akarnya," kata Trump.

Baca juga: Trump Isyaratkan Kim Jong Un Masih Hidup

Menurut presiden dari Partai Republik itu, pandemi virus corona seharusnya tak perlu menyebar ke seluruh dunia jika bisa dihentikan langsung di sumbernya.

Dia menerangkan, pihaknya mempunyai cara untuk membuat Beijing bertanggung jawab, dan mengklaim melakukan penyelidikan secara serius.

Dia kemudian mendapat pertanyaan mengenai pemberitaan sebuah media Jerman, bahwa China harus membayar ganti rugi 165 miliar dollar AS, atau Rp 2.548 triliun.

"Kami bisa saja memikirkan sesuatu yang lebih ringan dari itu," jawab Trump saat ditanya apakah dia bakal memikirkan cara seperti Jerman.

"Jerman mempersiapkan sesuatu, begitu juga dengan kami. Kami membicarakan tentang jumlah uang melebihi mereka," klaim sang presiden.

Pemimpin sekaligus taipan real estate itu enggan membeberkan berapa jumlah yang akan dijadikan patokan ganti rugi. "Sangat substansial," jelasnya.

Trump menyatakan, jumlah yang dipersiapkan untuk meminta ganti rugi tak hanya kerugian bagi AS, tetapi juga seluruh dunia.

AS melaporkan sudah satu juta warganya terinfeksi virus corona, dengan lebih dari 56.000 meninggal. Membuat mereka menjadi negara paling parah terdampak.

Tak hanya membuat jutaan warganya dikarantina di rumah, pandemi itu membuat jutaan lainnya kehilangan pekerjaan sebagai imbas lockdown.

Baca juga: Pencuri Minum Hand Sanitizer, Diduga Ikuti Saran Trump

Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah di Benua Afrika Temukan Cara Turunkan Perburuan Badak Liar

Pemerintah di Benua Afrika Temukan Cara Turunkan Perburuan Badak Liar

Global
Ayah Ini Berhasil Selamatkan Anak-anak Beserta Pengasuhnya dari Aligator

Ayah Ini Berhasil Selamatkan Anak-anak Beserta Pengasuhnya dari Aligator

Global
Berhubungan Seks dengan Gadis Remaja, Juara Ninja Warrior Terancam Dipenjara 95 Tahun

Berhubungan Seks dengan Gadis Remaja, Juara Ninja Warrior Terancam Dipenjara 95 Tahun

Global
Pria di AS Jual Pikap Antik Ini Cuma Seharga Rp 1,1 Juta

Pria di AS Jual Pikap Antik Ini Cuma Seharga Rp 1,1 Juta

Global
Salah Sebut Thailand sebagai Thighland, Trump Diejek di Internet

Salah Sebut Thailand sebagai Thighland, Trump Diejek di Internet

Global
Pemerintah India Khawatir Perdagangan Anak Meningkat Setelah Lockdown Dilonggarkan

Pemerintah India Khawatir Perdagangan Anak Meningkat Setelah Lockdown Dilonggarkan

Global
KJRI Hamburg Dorong Padang dan Bandung Perkuat Sister City dengan Jerman di Masa Pandemi

KJRI Hamburg Dorong Padang dan Bandung Perkuat Sister City dengan Jerman di Masa Pandemi

Global
Pejabat China Ejek Sanksi AS, Tawarkan Rp 1,4 Juta kepada Trump

Pejabat China Ejek Sanksi AS, Tawarkan Rp 1,4 Juta kepada Trump

Global
Pria Ini Mendirikan Kekaisaran Atlantium di Australia

Pria Ini Mendirikan Kekaisaran Atlantium di Australia

Global
Rampok Pria Kaya hingga Miliaran Rupiah, Geng Black Widow Diciduk Polisi

Rampok Pria Kaya hingga Miliaran Rupiah, Geng Black Widow Diciduk Polisi

Global
Kasus Covid-19 di Afrika Sudah Capai 1 Juta, tapi Diyakini Masih Bisa Lebih

Kasus Covid-19 di Afrika Sudah Capai 1 Juta, tapi Diyakini Masih Bisa Lebih

Global
Mutilasi dan Buang Potongan Jenazah Istri di Toilet, Pria Ini Ditangkap

Mutilasi dan Buang Potongan Jenazah Istri di Toilet, Pria Ini Ditangkap

Global
Pangkalan Militer Somalia Diguncang Ledakan, 8 Orang Tewas

Pangkalan Militer Somalia Diguncang Ledakan, 8 Orang Tewas

Global
Rahasia Nenek Ini Capai Usia 107 Tahun, Salah Satunya Peregangan 100 Kali Sehari

Rahasia Nenek Ini Capai Usia 107 Tahun, Salah Satunya Peregangan 100 Kali Sehari

Global
 Batal Dipenjara Seumur Hidup, Veteran Militer Penjual Ganja Kurang dari 30 Dollar AS

Batal Dipenjara Seumur Hidup, Veteran Militer Penjual Ganja Kurang dari 30 Dollar AS

Global
komentar
Close Ads X