Kompas.com - 05/10/2021, 17:09 WIB
ilustrasi tanaman pangan jagung. SHUTTERSTOCK/Alchemist from Indiailustrasi tanaman pangan jagung.

KOMPAS.com - Tanah Indonesia merupakan tempat jagung tumbuh subur. Jumlah panen jagung bisa mencapai puluhan ton per tahun. 

Indonesia bisa memproduksi 24,95 juta ton untuk pipil jagung kering saja sepanjang 2020.

Meski jumlah panen yang besar di  Indonesia, nyatanya jagung masih kalah pamor dengan beras padi sebagai sumber karbohidrat masyarakat Indonesia. 

Padahal, jika diukur secara global, masyarakat dunia mengandalkan jagung sebagai sumber karbohidrat.  

Baca juga:

"Jagung ini sumber kalori atau sumber karbohidrat yang cukup penting. Kalau di dunia, kalori terbesar dari jagung, bukan dari beras," kata Suwarto.

Menurut data yang diperoleh oleh Suwarto, jagung memiliki peranan penyediaan kalori di dunia hingga 19,5 persen, diikuti oleh padi sebesar 16,5 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk sumber karbohidrat paling banyak dikonsumsi ketiga di dunia adalah gandum.

"Kalau di Indonesia padi lebih banyak (yang makan), makanya banyak diabetes," kata Suwarto.

"Diabetes banyak itu kan kalau indeks glikemik beras itu tinggi ya, 78 atau berapa, kalau jagung kan sekitar 50 berapa," pungkasnya. 

ilustrasi jagung manis. SHUTTERSTOCK/Toey sok ilustrasi jagung manis.

Setelah jagung, ada juga sumber karbohidrat non-beras yang banyak dikonsumsi di Indonesia, yaitu ubi kayu atau singkong.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.