Berikut Alat Pelindung Diri yang Diklaim Efektif Dipakai Saat Keluar Rumah di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 13/10/2020, 11:30 WIB
Seorang pria Yahud Ultra Ortodox mengenakan masker dan pelindung muka (face shield) tengah berjalan di jalanan Yerusalem pada 11 September 2020. Israel pada pekan ini bakal menerapkan lockdown kedua sebagai bagian dari membendung peningkatan kasus virus corona. AFP PHOTO/EMMANUEL DUNANDSeorang pria Yahud Ultra Ortodox mengenakan masker dan pelindung muka (face shield) tengah berjalan di jalanan Yerusalem pada 11 September 2020. Israel pada pekan ini bakal menerapkan lockdown kedua sebagai bagian dari membendung peningkatan kasus virus corona.

KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 belum lama ini mengeluarkan pernyataan terkait imbauan terkait penggunaan masker scuba dan buff.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masker scuba dan buff kurang efektif dalam menangkal virus corona. Pasalnya keduanya hanya memiliki satu lapisan, dan terlalu tipis.

Oleh karena itu, penggunaan keduanya tidak direkomendasikan.

Baca juga: Ramai soal Masker Scuba, Bolehkah Dipakai di Kereta Api Jarak Jauh?

Lantas,pelindung apa saja yang bisa dipakai saat keluar rumah di tengah pandemi corona?

Menurut epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama yang paling utama adalah masker. Urutan prioritasnya adalah masker, face shield, kacamata, dan jaket.

"Disarankan (memakai) masker dan face shield," ujarnya pada Kompas.com, belum lama ini.

Masker, imbuhnya difungsikan untuk menutupi hidung dan mulut.

Sedangkan face shield untuk mata dan mengurangi kecepatan masker jadi kotor.

"Kalau ada face shield enggak perlu kacamata sih. Fungsinya mirip," kata Bayu.

Baca juga: Masih Perlukah Masker Saat Memakai Face Shield?

Dia menggarisbawahi alat-alat pelindung tersebut bukan untuk menahan virus. Akan tetapi untuk menahan partikel dalam hal ini droplet.

Sedangkan face shield kacamata tidak/belum ada penelitian yang menyatakan efektivitasnya.

Dihubungi terpisah, epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo menjelaskan, untuk penutup anggota badan tidak harus jaket.

"Tidak harus jaket, tapi baju lengan panjang. Sebaiknya itu (masker, kacamata, face shield, jaket/baju lengan panjang) dipakai semua," kata Windu pada Kompas.com, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Penumpang KRL Kini Wajib Pakai Baju Lengan Panjang, Memangnya Efektif?

Petugas hotel mengenakan alat pelindung wajah (face shield) dan masker menyemprotkan cairan disinfektan saat membersihkan pintu masuk Hotel Oasis, di Banda Aceh, Aceh, Rabu (15/07).AMPELSA/ANTARA FOTO Petugas hotel mengenakan alat pelindung wajah (face shield) dan masker menyemprotkan cairan disinfektan saat membersihkan pintu masuk Hotel Oasis, di Banda Aceh, Aceh, Rabu (15/07).

Dia juga mengatakan tentang efektivitas alat pelindung diri (APD).

Pada APD dengan kualitas standar yang dipakai secara benar bisa menurunkan risiko penularan sampai 70 persen.

"Yang lebih kuat dari itu adalah jaga jarak sosial dan fisik yang aman, karena bisa menurunkan risiko sampai 85 persen," katanya.

Jadi, lanjutnya, gabungan dari dua itu (APD dan jaga jarak aman) adalah yang benar-benar mampu menurunkan risiko cukup besar.

Baca juga: Kisah di Balik APD Fashionable yang Viral di Medsos...

Efektivitas masker

Berikut ini adalah beberapa jenis masker dan efektivitasnya dilansir Health Grades, Kamis (3/9/2020):

1. Bandana

Bandana adalah kain berbentuk segitiga atau persegi yang sering dipakai sebagai penutup kepala atau leher.

Mengikat bandana di atas mulut dan hidung hanya ampuh untuk mencegah debu dan partikel lain masuk ke sistem pernapasan. Itulah mengapa koboi menggunakannya.

Tanpa penutup hidung atau mulut apa pun, tetesan dapat menyemprot lebih dari 8 kaki atau sekitar 2 meter, menurut penelitian dari Florida Atlantic University.

Mengenakan bandana dapat menurunkannya menjadi sekitar 4 kaki atau sekitar 1 meter

Baca juga: Berikut Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri dengan Lima Bahan Sederhana

2. Masker kain buatan sendiri

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di The Journal of Family Practice, masker satu lapis hanya dapat menyediakan 1 persen filtrasi partikel.

Sementara itu masker kapas dua lapis menyaring sekitar 35 persen partikel kecil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X